BeritaHeadlineNews

Menag: Posisi Hilal Ditemukan di Provinsi Aceh, Awal Puasa Ramadhan 1 Maret 2025

Share
Ramadan jatuh pada tanggal 1 Maret 2025. Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.id
Ramadan jatuh pada tanggal 1 Maret 2025. Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.id
Share

Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan bahwa hilal ditemukan di Provinsi Aceh, tetapi sebagian wilayah Indonesia tidak memungkinkan untuk menyaksikan hilal.

Nasaruddin mengatakan, pengumuman hasil sidang isbat mundur dari jadwal semula pada pukul 19.00 WIB karena mereka menunggu hasil pemantauan dari wilayah paling barat Indonesia di Provinsi Aceh. “Sesuai dengan kondisi objektif hilal pada malam ini dari Indonesia bagian Timur, Tengah, sampai Barat itu tidak dimungkinkan menyaksikan hilal. Maka itu kita terpaksa menunggu wilayah Barat di Aceh, karena itu yang paling memungkinkan,” ucap Nasaruddin dalam jumpa pers, Jumat (28/2/2024) malam.

Dengan demikian, keputusan pemerintah terkait awal Ramadhan tahun ini sama dengan keputusan Muhammadiyah yang juga menetapkan pada 1 Maret 2025. “Ditemukan hilal di Provinsi Aceh, sudah juga disumpah hakim. Dengan demikian maka pada malam ini diputuskan 1 Ramadhan ditetapkan besok, InsyaAllah,” lanjut Nasaruddin.

Diketahui, Muhammadiyah dan pemerintah menggunakan metode berbeda dalam menentukan masuknya bulan Ramadhan. Muhammadiyah menggunakan metode hisab, yaitu menentukan Ramadhan berdasarkan perhitungan matematis dan astronomis. Hisab dapat diartikan dengan penghitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriah.

Ada beberapa rujukan atau kitab yang digunakan untuk metode hisab di Indonesia. Metode hisab juga ada yang menggunakan metode kontemporer. Caranya, yakni menggunakan rumus-rumus yang ada pada kitab tersebut, seperti bagaimana cara untuk menghitung awal bulan dengan data astronomis yang ada. Sementara itu, pemerintah menggunakan metode rukyat, yakni aktivitas pengamatan visibilitas hilal (bulan sabit) saat Matahari terbenam menjelang awal bulan di Kalender Hijriah. Umumnya, metode rukyat digunakan guna menentukan awal bulan Zulhijah, Ramadhan, dan Syawal. (yan)

Sumber : Kompas.com

Share
Related Articles
Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla
Berita

Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla

SAMARINDA – Kabut asap Samarinda akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa...

Ekspor Benih Lobster Dilarang Permanen, Ini Alasannya
Berita

Pemerintah Resmi Larang Ekspor Benih Lobster Selamanya, Trenggono: Fokus Budidaya Dalam Negeri

JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi menghentikan ekspor benih bening lobster (BBL) atau...

Malaysia Bantu Pemadaman Karhutla, Tunggu Respons RI
Berita

Malaysia Tunggu Respons RI soal Bantuan Karhutla, Wakil PM Zahid Hamidi: Kami Tetap Berprasangka Baik

JAKARTA – Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyatakan negaranya masih...

11 Kota di Dunia Terancam Tenggelam, Termasuk Jakarta
Berita

11 Kota di Dunia Terancam Tenggelam, Jakarta Masuk Daftar dengan Penurunan Tanah hingga 17 Cm per Tahun

Jakarta – Sebanyak 11 kota di dunia terancam tenggelam akibat kenaikan permukaan...