BeritaHeadline

398 Peristiwa Bencana Terjadi di Aceh Sepanjang 2022

Share
Banjir Landa Aceh Tamiang. Poto : Dok Korem011/Lilawangsa
Share

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 398 peristiwa kebencanaan melanda Provinsi Aceh hingga pertengahan Desember 2022.

Kepala Pelaksana BPBA, Ilyas, bahwa dari 398 kejadian tersebut, bencana yang paling sering terjadi adalah kebakaran pemukiman mencapai 35,1 persen atau 136 kali kejadian, dan ada 344 rumah rusak.

Kejadian bencana lainnya adalah kebakaran lahan dan hutan 20,4 persen dengan 79 kali kejadian dan membakar 241 hektare lahan, banjir 69 kali kejadian yang menyebabkan 2.573 rumah terendam, longsor 20 kali membuat empat rumah rusak, serta banjir dan longsor 15 kali kejadian, dan mengakibatkan 35 rumah terendam, serta angina putting beliung 20 kali kejadian dan menyebabkan 4 unit rumah warga rusak.

Akibat bencana tersebut, total kerugian diperkirakan mencapai Rp230 miliar serta berdampak pada 3,807 rumah, 146 sarana pendidikan, dua bangunan pasar, tiga sarana kesehatan,16 sarana pemerintahan, dan sembilan sarana ibadah. 

“Total masyarakat terdampak 86.912 KK atau 286.002 jiwa pada 718 kecamatan atau 1,731 desa dengan jumlah pengungsi sebanyak 79.955 orang,” ujar Ilyas.

Selain itu, kata Ilyas, semua bencana tersebut juga telah berdampak pada 67 ruko, 22 jembatan, 38 tanggul, dan 837 meter badan jalan akibat banjir dan longsor, serta 241 hektar lahan terbakar akibat karhutla.

Kemudian, juga telah membuat 11 orang meninggal dunia, terdiri atas dua korban akibat longsor, tiga terseret arus banjir bandang, lima terseret arus banjir, satu kebakaran, serta empat orang luka-luka akibat bencana.

Data BPBA

Ilyas menambahkan, bahwa untuk bersiaga menghadapi bencana, BPBA melakukan sejumlah upaya, yaitu meningkatkan kapasitas aparatur, meningkatkan kapasitas masyarakat melalui gladi dan simulasi, SMAB, desa tangguh bencana, serta gerakan PRB.

“Kita juga memusatkan kendali operasi penanggulangan bencana dengan data yang cepat dan valid, mengkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota, menyiapkan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, dan membentuk tim reaksi cepat,” katanya. 

Tidak hanya itu, sebut Ilyas, BPBA juga melakukan rehab rekon meliputi koordinasi dengan instansi teknis PUPR, menanam rumput pencegah longsor (vetiver), melakukan pemulihan ekonomi pasca bencana.

“Terakhir kami juga memulihkan kembali lingkungan terdampak bencana seperti perkuatan tebing sungai dan rekonstruksi wilayah bencana,” jelas Ilyas.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengimbau masyarakat untuk terus siaga bencana mengingat potensi bencana sangat berpeluang terjadi dilingkungan masyarakat. (Yan)

Share
Related Articles
Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla
Berita

Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla

SAMARINDA – Kabut asap Samarinda akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa...

Ekspor Benih Lobster Dilarang Permanen, Ini Alasannya
Berita

Pemerintah Resmi Larang Ekspor Benih Lobster Selamanya, Trenggono: Fokus Budidaya Dalam Negeri

JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi menghentikan ekspor benih bening lobster (BBL) atau...

Malaysia Bantu Pemadaman Karhutla, Tunggu Respons RI
Berita

Malaysia Tunggu Respons RI soal Bantuan Karhutla, Wakil PM Zahid Hamidi: Kami Tetap Berprasangka Baik

JAKARTA – Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyatakan negaranya masih...

11 Kota di Dunia Terancam Tenggelam, Termasuk Jakarta
Berita

11 Kota di Dunia Terancam Tenggelam, Jakarta Masuk Daftar dengan Penurunan Tanah hingga 17 Cm per Tahun

Jakarta – Sebanyak 11 kota di dunia terancam tenggelam akibat kenaikan permukaan...