BMKG: Tujuh Kabupaten di Aceh Berstatus Siaga Banjir

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan tujuh kabupaten di Provinsi Aceh berstatus siaga banjir menyusul intensitas hujan dari level sedang ke hujan lebat.


Koordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Zakaria, mengatakan tujuh kabupaten tersebut yakni Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Utara, Pidie, dan Aceh Besar. 

“Status daerah siaga ini kalau di daerah hulu sangat rawan terjadinya banjir bandang, kalau di daerah hilir berpotensi terjadinya banjir dan tanah longsor,” kata Zakaria, Jumat (05/05/2022).

Menurutnya, meningkatnya curah hujan yang terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Aceh saat ini karena gangguan atmosfir siklon tropis di laut Andaman, India, karena terdapat pusaran angin.

Siklon tropis tersebut, kata dia, kemudian menyebabkan kecepatan arah angin melambat sehingga terjadinya belokan arah angin ke wilayah Aceh. Kemudian menyebabkan penumpukan uap air, sehingga berpotensi hujan lebat.

Dampak status daerah siaga tersebut juga menyebabkan adanya potensi tanah longsor di daerah tebing gunung. Dan apabila terjadinya hujan lebat, juga menyebabkan gangguan pandangan bagi pengguna jalan serta ruas jalan yang membahayakan pengguna jalan.

Zakaria juga menjelaskan, selain tujuh kabupaten di Aceh berstatus siaga, sebanyak 10 kabupaten/kota lainnya di Aceh juga berstatus waspada.

Ada pun daerah tersebut diantaranya Aceh Barat, Kota Subulussalam, Simeulue, Aceh Singkil, Gayo Lues, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Kabupaten Aceh Timur.

Zakaria mengatakan daerah yang berstatus waspada tersebut juga berpotensi terjadinya banjir luapan di sekitar daerah aliran sungai.

“Potensi tingginya curah hujan ini akan berlangsung hingga pertengahan Mei 2022,” kata Zakaria. (Yan)

Sumber : ANTARA

Tulisan Terkait

Bagikan Tulisan

Berita Terbaru

Newsletter

Subscribe to stay updated.