Healing Paralayang di Bukit Merah Putih Bale Redelong

Kehangatan yang ditawarkan sang matahari menemani langkah perjalanan para peserta Transect Walk Jurnalis Warga Muda Melangkah bersama World Resources Institute (WRI), Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) menuju Bukit Merah Putih di Kampung Bale Redelong, Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Aceh, Rabu Rabu, (16/11/2022).

Bukit Merah Putih dengan ketinggian 1.500 mdpl menyimpan pesona alam yang masih asri. Pepohonan terbentang luas dengan suhu sekitar 20oC. Bukit ini menjadi satu-satunya destinasi wisata paralayang yang ada di Bener Meriah. 

Menuju bukit ini wisatawan akan menikmati berbagai tanaman palawija milik petani, seperti bawang bok, bawang merah, cabe, sawi dan kol. Selain itu hamparan kebun kopi menjadi hal yang tak kalah menarik dalam menemani perjalanan menuju puncak Bukit Merah Putih. 

Selain hamparan perkebunan wisatawan juga akan disuguhkan dengan kesibukan para petani yang sedang bertani. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ekonomi kreatif. Bagi wisatawan yang ingin ikut serta dalam memanen sayur-mayur juga bisa dilakukan di tempat ini. 

Di sini pengunjung akan mendapatkan pengetahuan baru mengenai cara berkebun mengenai agroforestri, dimana tanaman hutan dan kebun hidup berdampingan. Seperti saat ini para petani menanam kopi dan juga bawang bok secara bersamaan.

Hal ini dilakukan agar para petani mampu menghasilkan pemasukan dalam waktu tiga bulan melalui penjualan bawang bok sambil menunggu waktu panen kopi. Karena kopi yang baru ditanam baru bisa dipanen selama 2-3 tahun setelah penanaman. 

Ada juga petani yang menanam alpukat untuk pelindung kopi agar tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Petani pun juga bisa memanen buah alpukat. Jadi untuk meningkatkan ekonomi para masyarakat di sekitar Bukit Merah Putih mengelola perhutanan sosial dengan sangat baik.

Bukit Merah Putih ini terletak di sebelah kiri barat Gunung Burni Telong. Dari ketinggian akan tampak perumahan warga yang terhampar luas. Selain  itu tampak pula lintasan pesawat terbang yang ada di Bandar Udara Rembele Bener Meriah. 

“Lelah dan terbayarkan,” ungkap Inda seorang peserta Transect Walk yang berasal dari Lhoong, Aceh Besar.

Perjalanan menuju Bukit Merah Putih bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua dan juga kendaraan roda empat. Namun untuk kendaraan roda empat para pengunjung harus memarkirkan kendaraan di bawah bukit sekitaran 1 kilometer.

Ini mengingat keadaan jalan yang masih belum teraspal semua dan jika terjadi hujan maka akan muncul lubang yang mengakibatkan jalan rusak. Walaupun begitu tidak menyurutkan semangat para anggota transect walk untuk sampai ke puncak Bukit Merah Putih.

“Bukit ini mirip gunung Rocky Mountain National Park (Colorado, USK) yang terletak di wilayah Barat Amerika” ungkap Afifuddin salah satu dewan pembina FJL Aceh.

Saat ini sedang berlangsung pembuatan tugu merah putih yang dilakukan oleh para anggota Kodim 0119. “Sudah dikenalnya Bukit Merah Putih makanya dibuat tugu Merah Putih,” ungkap Sriyanto, Kepala Kodim 0119 Bener Meriah.

Paralayang kini termasuk olahraga aero sport, bisa menjadi kegiatan yang seru dan memacu adrenalin yang dilakukan di waktu libur. Pemandangan pegunungan disertai perkebunan masyarakat dan pedesaan yang bisa dilihat dari ketinggian 1.500 mdpl.

Perubahan cuaca bukanlah satu masalah yang berarti bagi penikmat paralayang di Bukit Merah Putih ini. Di pagi hari para pengunjung akan disambut dengan keindahan kabut yang cukup tebal apabila berada di puncak bukit.

Bagi wisatawan yang takut untuk paralayang juga bisa menikmati tempat ini. Udara sejuk disertai semilir angin yang berhembus membawa kesegaran untuk menjernihkan pikiran.[acl]

Tulisan ini karya Transect Walk Jurnalis Warga Muda Melangkah bersama World Resources Institute (WRI), Forum Jurnalis Lingkungan (FJL)

Tulisan Terkait

Bagikan Tulisan

spot_img

Latest articles

Newsletter

Subscribe to stay updated.