BeritaHeadline

Pemerintah Diminta Mengkaji Ulang Kebijaan Menaikkan Harga Pertamax

Share
Petugas SPBU sedang Mengisi BBM pada motor pelanggan. Foto; Hotly S/ Digdata.id
Share

Kenaikan Harga bahan bakar minya jenis pertamax dari Rp12.300  menjadi Rp16.250 per liternya pada Rabu(10/6), sangat berdampak bagi masyarakat menengah dan menuai reaksi dari masyarakat. Kenaikan itu dinilai sangat memberatkan, terutama bagi pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online (ojol) dan juga ibu rumah tangga juga buruh harian lepas yang penghasilannya dibawah UMR. namun mereka hanya bisa pasrah dengan keputusan pemerintah menaikkan harga jual BBM pertamax.

Dani, pekerja harian lepas di Banda Aceh mengaku kenaikan harga Pertamax berdampak langsung terhadap biaya operasional sehari-harinya, biasanya pengisian BBM pertamax 200 ribu bisa menghasilkan beberapa bart tangki mobilny, selama kenaikan harga yang mencapai 400 ribu rupiah / liternya hanya naik sedikit saja bartnya.

Menurut Dani kenaikan ini sangat memberatkan dirinya sebagai pengguna pertamax, apalagi dengan kondisi ekonomi saat ini.

Dani berharap agar pemerintah bisa mengkaji ulang kenaikan harga jual BBM jenis Pertamax agar lebih realistis dan masuk akal dalam menaikan harganya.

“Biasanya kalau naik harganya sekitar 500 atau 600 rupiah secara bertahap, ini masak kenaikannya sampai 4000 ribuan, naiknya jomplang sekali sampai ditengah ekonomi masyarakat juga lagi sulit-sulitnya” Jelas Dani.

Hal yang sama juga yang juga dirasakan Nurmala Ibu rumah tangga di Aceh Besar. kenaikan pertamax per 10 juni 2026 sangat berat baginya yang pengguna BBM jenis Pertamax, yang biasanya dia mengisi 50 ribu untuk full tangka motornya kini ia harus membayar lebih untuk memenuhi tangka motornya. Biasanya harga 50 ribu ia bisa mendapatkan 4 liter BBM, mulai hari ini dengan kenaikan harga pertamax menjadi 16.200 ia hanya bisa mendapatkan 3 liter saja.

Nurmala berharap pemerintah bisa menstabilkan kembali harga jual BBM pertamax

“Semestinya  jika menaikkan harga, pemerintah harus lihat dulu kondisi ekonomi masyarakat sekarang, bukan diam-diam naik dengan harga tinggi”ucap Nurmala

Meski harga jual pertamax melambung tinggi namun Nurmala belum ada rencana untuk penggunaan BBM jenis lain yang lebih murah dari pertamax

 

Share
Related Articles
Ekspor Benih Lobster Dilarang Permanen, Ini Alasannya
Berita

Pemerintah Resmi Larang Ekspor Benih Lobster Selamanya, Trenggono: Fokus Budidaya Dalam Negeri

JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi menghentikan ekspor benih bening lobster (BBL) atau...

Malaysia Bantu Pemadaman Karhutla, Tunggu Respons RI
Berita

Malaysia Tunggu Respons RI soal Bantuan Karhutla, Wakil PM Zahid Hamidi: Kami Tetap Berprasangka Baik

JAKARTA – Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyatakan negaranya masih...

11 Kota di Dunia Terancam Tenggelam, Termasuk Jakarta
Berita

11 Kota di Dunia Terancam Tenggelam, Jakarta Masuk Daftar dengan Penurunan Tanah hingga 17 Cm per Tahun

Jakarta – Sebanyak 11 kota di dunia terancam tenggelam akibat kenaikan permukaan...

Presiden Prabowo Kirim Surpres Pemberhentian Kapolri, Komjen Suyudi Dicalonkan Gantikan Listyo Sigit
Berita

Presiden Prabowo Kirim Surpres Pemberhentian Kapolri, Komjen Suyudi Dicalonkan Gantikan Listyo Sigit

JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) resmi menerima Surat Presiden (Surpres)...