Pilihan Presiden, Aceh Memang Beda

Aceh termasuk provinsi unik dalam setiap pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) sejak 2014, 2019 dan 2024. Hasilnya selalu bertolak belakang dengan perolehan suara secara nasional.

Pada Pilpres 2014 lalu, Calon Presiden (Capres) yang unggul adalah pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa nomor urut 01. Perolehan suaranya tidak main-main – mencapai 54.39 persen unggul dibandingkan pasangan Joko Widodo – Jusuf Kallah hanya mendapat suara 45.61 persen.

Sementara yang memenangkan Pilpres kala itu adalah pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla dengan perolehan suara mencapai 53.15 persen. Lalu Prabowo Subianto – Hatta Rajasa hanya 46.85 persen.

Artinya, yang menjadi presiden kala itu adalah Joko Widodo – Jusuf Kalla. Hampir seluruh provinsi di Indonesia memenangkan pasangan nomor urut 02 ini, kecuali Aceh menjagokan Prabowo.

Kejadian yang sama juga terjadi pada Pilpres 2019 lalu. Saat itu Capres yang maju saat hanya wakil presiden yang berbeda, lagi-lagi Aceh mengungguli Prabowo dan secara nasional Jokowi.

Adapun perolehan suaranya pasangan Joko Widodo – Ma’aruf Amin nomor urut 02 hanya mampu meraup suara 14.41 persen. Sedangkan pasangan Prabowo Subianto – Salahuddin Uno nomor urut 01 hanya mampu mendapatkan suara 14.41 persen.

Parahnya, suara Prabowo di Aceh pada 2019 justru meningkatkan tajam dibandingkan Pilpres 2014 lalu sebesar 36 persen. Sedangkan rivalnya turun perolehan suara mencapai 31.20 persen.

Sedangkan pemenang Pilpres pada 2019 lalu lagi-lagi direbut oleh Joko Widodo – Ma’aruf Amin dengan perolehan suara 55.50 persen, meningkat perolehan suaranya dibandingkan 2014 sebesar 4 persen. Pasangan rivalnya Prabowo Subianto – Salahuddin Uno 44.50 persen, justru turun 5 persen perolehan suara secara nasional.

Yang menjadi presiden Indonesia saat itu kembali dimenangkan oleh Joko Widodo untuk periode kedua bersama pasangan barunya M’Aruf Amin. Untuk Prabowo, lagi-lagi mengalami kekalahan menghadapi Jokowi pada dua kali Pilpres tersebut. Bahkan uniknya, justru Jokowi meningkat perolehan suara dibandingkan Pilpres sebelumnya.

Lalu bagaimana Pilpres 2024 ini yang baru saja selesai pencoblosan pada 14 Februari 2024 lalu. Kali ini Jokowi tidak lagi bisa menjadi Capres, karena sudah menjabat dua kali. Secara regulasi, presiden Indonesia hanya bisa menjabat sebanyak dua periode.

Namun Prabowo yang dua kali kalah berhadapan dengan Jokowi – kali ini kembali mencalonkan diri dengan menggandeng anaknya Griban Rabuming Raka.

Berdasarkan data sementara dari KPU per 15 Februari 2024 pukul 09:00:20 dengan total capaian perhitungan 37.87 persen. Hasil sementara Prabowo Subianto nomor urut 02 unggul sementara secara nasional, yaitu dengan perolehan suara 56.11 persen.

Lalu disusul perolehan suara sementara pasangan Anies Rasyid Baswedan – Muhaimin Iskandar nomor urut 01 meraup suara 24.55 persen. Sedangkan pasangan nomor urut 03 Ganjar Pranowo – Mahfud MD hanya mampu mengumpulkan suara 19.34 persen.

Lalu bagaimana dengan perolehan suara di Aceh? Di sinilah uniknya. Prabowo dua kali menjadi peserta Pilpres pada 2014 dan 2019 mampu mencuri hati rakyat Aceh. Ini dibuktikan pasangan ini mampu meraup suara tertinggi di Provinsi Aceh.

Tetapi berbanding terbalik pada Pilpres 2024 ini – justru Prabowo kalah di Tanah Rencong yang hanya mampu meraup suara 21.41 persen, lalu pasangan Ganjar – Mahfud MD hanya 3.38 persen. Sedangkan suara yang paling banyak perolehannya adalah pasangan 01 Anies Rasyid Baswedan – Muhaiman Iskandar. Jumlahnya pun cukup telah mencapai 75.22 persen.

Sedangkan secara nasional justru Prabowo yang memperoleh suara tertinggi mencapai 56.11 persen. Anies 24.55 persen dan Ganjar hanya 19.34 persen. Berdasarkan data tersebut menunjukkan, Aceh memang selalu berbeda dalam menentukan pilihan.[acl]

Tulisan Terkait

Bagikan Tulisan

spot_img

Latest articles

Newsletter

Subscribe to stay updated.