BeritaHeadline

Hari Kedua Lebaran, Warga Masih Ziarahi Makam Massal Korban Tsunami

Share
Share

Peziarah masih mendatangi komplek pemakaman massal korban gempa dan tsunami Aceh dikawasan Siron, Aceh Besar pada lebaran hari kedua. Sebagian besar mereka datang dari luar Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Para peziarah datang bersama keluarga untuk menyambangi tempat peristirahatan orang terkasih mereka yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 lalu. Mereka meyakini kalau jasad anggota keluarganya dimakamkan disini.

“ Kami sengaja datang berziarah kesini, ya mengirim doalah buat anggota keluarga, datang dihari kedua, sekalian juga untuk melihat Masjid Baiturrahman di Banda Aceh,” ujar Usman, warga Beureunun, Kabupaten Pidie, Selasa (03/05/2022)

Para peziarah berdoa dan juga  membaca Al Quran sembari duduk di balai-balai yang tersedia di lokasi atau membentangkan tikar di rerumputan taman kuburan massal tersebut.

Peziarah lain, Wasni, menjelaskan ia bersama suami dan anak-anak setiap hari raya Idul Fitri  mengunjungi kuburan massal Gampong Siron karena diyakini sebagai lokasi pemakaman mertuanya yang menjadi korban dalam bencana tsunami dahsyat itu

Usai berdoa, peziarah juga terlihat memilih untuk beristirahat sejenak dan kemudian melanjutkan merayakan liburan lebaran ke pusat Kota Banda Aceh. (Yan)

Share
Related Articles
TKS IT Bazla Aceh Utara Jalani Akreditasi Perdana, Tim BAN-PDM Lakukan Penilaian Langsung
Berita

TKS IT Bazla Aceh Utara Jalani Akreditasi Perdana, Tim BAN-PDM Lakukan Penilaian Langsung

Aceh Utara — Suasana khidmat menyelimuti kompleks Taman Kanak-Kanak Swasta Islam Terpadu (TKS...

BeritaHeadlineJurnalisme Data

WALHI: Karhutla Akumulasi Kejahatan Negara dan Korporasi

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Aceh melonjak tajam dalam dua tahun...

BeritaNews

Cek Kesehatan Geratis, Cara Baru Masyarakat Serambi Mekkah Menjemput Sehat

Jarum jam menunjukan pukul 7.30 WIB, matahari pagi ini terlihat cerah, uapnya...

BeritaHeadlineKawasan Ekosistem Leuser

Makwod dan Perjuangan Perempuan Beutong Menjaga Tanah Leluhur

Terik matahari siang itu tidak menyurutkan langkah Saudah alias Makwod (49) berkeliling...