BeritaData BicaraHeadline

Dunia Hentikan Ekspor Beras, Jokowi Gencar Bagi Bansos

Share
Ilustrasi. Foto by allofresh.id
Share

Presiden Joko Widodo menyampaikan perubahan iklim telah berdampak terhadap krisis pasokan pangan, banyak negara gagal panen. Sehingga menyebabkan 22 negara menghentikan kebijakan ekspor beras, karena prioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri.

Pemerintah sendiri memberikan bantuan pangan berupa beras seberat 10 kilogram per bulan kepada sekitar 22 juta penerima manfaat. Menurut Presiden, bantuan tersebut akan diterima hingga Juni 2024 dan bisa diperpanjang jika anggaran negara mencukupi.

“Kenapa bantuan beras ini kita berikan? Karena memang di seluruh dunia, di semua negara itu harga berasnya terkerek naik semuanya, naik. Karena apa? Panennya banyak yang gagal, panennya banyak yang puso,” ujar Presiden melalui keterangan pers yang dikutip digdata.id, Rabu (31/1/2024).

Sementara itu, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) menunjukkan, rata-rata harga beras nasional mencapai Rp 14.950 per kilogram (kg) pada Rabu (31/1/2024).

Dari seluruh provinsi, Kalimantan Tengah paling mahal beras di Inonesia, yaitu tembus Rp 18.800/Kg, ada terjadi perbedaan harga secara nasional sebesar 20 persen yang hanya Rp 14.950/Kg. Sedangkan posisi Aceh berada posisi ke-30 tertinggi harga dari 34 provinsi.

Harga beras di Aceh hari ini Rp 13.850/Kg, sedikit mengalami peningkatan bila dibandingkan sejak tanggal 23-29 Januari Rp 13.800, artinya ada kenaikan sebesar Rp 50 rupiah.

 

Sedangkan perbandingan harga beras di Sumatera yang terdapat 10 provinsi, Aceh berada pada peringkat 9 termahal harga beras, yaitu sebesar Rp 13.850/ Kg.

Provinsi yang paling mahal beras saat ini di Sumatera terdapat di Provinsi Sumatera Barat, yaitu tembus Rp 16.400/Kg, lalu disusul Riau Rp 15.350/Kg dan Bengkulu berada pada posisi ketiga Rp 15.000/Kg.

Harga ini merupakan hasil penetapan secara nasional berdasarkan perhitungan berdasarkan data terbuka dari PIHPS milik pemerintah. Ada kemungkinan terjadi perbedaan harga di pasar, terutama beras premium atau yang berkualitas tinggi.

Berdasarkan data tersebut tren harga beras di Indonesia mengalami kenaikan sejak awal Januari 2024, tentunya ini juga berimbas ke seluruh daerah di Nusantara ini.

Untuk mengantisipasi hal itu, Presiden Jokowi menyebutkan bantuan pangan berupa beras 10 kilogram tersebut bisa dilanjutkan setelah bulan Juni jika anggaran negara mencukupi.

“Nanti setelah Juni saya akan hitung-hitung lagi APBN kita, kalau memungkinkan akan dilanjutkan lagi,” imbuhnya.

Presiden juga mengklaim bahwa beras yang diserahkan kepada masyarakat tersebut merupakan beras pilihan yang memiliki kualitas paling baik. “Saya kira beras yang bapak, ibu terima itu bukan beras medium, tapi premium,’ tutupnya.[acl]

Share
Related Articles
Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla
Berita

Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla

SAMARINDA – Kabut asap Samarinda akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa...

Ekspor Benih Lobster Dilarang Permanen, Ini Alasannya
Berita

Pemerintah Resmi Larang Ekspor Benih Lobster Selamanya, Trenggono: Fokus Budidaya Dalam Negeri

JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi menghentikan ekspor benih bening lobster (BBL) atau...

Malaysia Bantu Pemadaman Karhutla, Tunggu Respons RI
Berita

Malaysia Tunggu Respons RI soal Bantuan Karhutla, Wakil PM Zahid Hamidi: Kami Tetap Berprasangka Baik

JAKARTA – Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyatakan negaranya masih...

11 Kota di Dunia Terancam Tenggelam, Termasuk Jakarta
Berita

11 Kota di Dunia Terancam Tenggelam, Jakarta Masuk Daftar dengan Penurunan Tanah hingga 17 Cm per Tahun

Jakarta – Sebanyak 11 kota di dunia terancam tenggelam akibat kenaikan permukaan...