Home Berita Aceh Tertinggi Jumlah Titik Panas di Indonesia
BeritaData BicaraHeadline

Aceh Tertinggi Jumlah Titik Panas di Indonesia

Share
Share

Provinsi Aceh merupakan daerah yang paling banyak terdapat titik panas hasil pantauan selama 24 jam terakhir. Ini berdasarkan sistem pemantauan hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Jumlah total titik panas terpantau di Indonesia sebanyak 111 kejadian, bertambah 32 titik panas pantauan selama 24 jam terakhir. Aceh merupakan provinsi terbanyak terdapat titik panas mencapai 24 kejadian, juga mengalami peningkatan sehari sebelumnya 4 titik panas yang tersebar di dua belas kabupaten/kota.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Rabu (7/2/2024) pukul 10.23 WIB. Dari 111 titik panas terdeteksi, 3 titik tingkat kepercayaan tinggi atau kategori tinggi (high), sedang (medium) 68 kali dan rendah (low) 3 kejadian di seluruh Indonesia.

Sedangkan khusus untuk provinsi Aceh, kategori titik panas berdasarkan hasil pencitraan satelit milik KLHK seluruh medium, artinya tingkat kepercayaan sedang. Kendati sedang ini patut diwaspadai – mengingat kondisi cuaca saat ini sedang dalam kondisi panas.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 – 29, skala sedang 30 – 79, dan skala tinggi 80 – 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Sedangkan titik panas tertinggi kedua setelah Aceh berada di Sumatera Utara sebanyak 16 titik, lalu disusul Kalimantan Timur 14 titik serta Maluku Utara 11 titik.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan. Akan tetapi keberadaan titik panas tersebut sangat berpotensi terjadinya Kebakaran Hutan Lahan (Karhutla) di suatu daerah, terutama bagi provinsi yang paling banyak terdeteksi titik panasnya.

Kendati demikian semakin banyak terdapat titik panas di suatu wilayah mengindikasikan adanya Karhutla, meskipun masih dalam skala masih kecil. Jadi, pemantauan titik panas dapat mencegah terjadinya Karhutla di suatu wilayah, terutama daerah yang terdapat titik panas terbanyak seperti Provinsi Aceh.[acl]

Share
Related Articles
BeritaHeadline

Transisi Energi Tak Cukup Bersih, Masyarakat Harus Menjadi Penerima Manfaat Sejak Awal

Transisi energi sering dipromosikan sebagai jalan keluar dari krisis iklim. Pembangkit listrik...

BeritaHeadlineHutan Aceh

Tujuh Kali Diubah, UU Kehutanan Dinilai Belum Mengakui Hak Masyarakat atas Hutan

Lebih dari dua dekade setelah Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan...

Foto Ilustrasi
BeritaHeadline

Sekolah Rakyat dan Babak Baru Perebutan Tanah Warga Rempang

Pagi itu, ketenangan warga Kampung Pantai Melayu, Pulau Rempang, kembali terusik. Sekitar...

MPLS Ramah TKS IT BAZLA Diikuti 110 Siswa Baru di Aceh Utara
Berita

110 Siswa Baru TKS IT BAZLA Ikuti MPLS Ramah, Diawali Prosesi Peusijuek di Aceh Utara

LHOKSUKON – Sebanyak 110 siswa baru TKS IT BAZLA di Gampong Rayeuk...