Berita

ASI Ekslusif Selama Enam Bulan Merupakan Standar Emas Bagi Bayi

Share
Share

Kampanye pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi kembali digaungkan dalam Pekan Menyusui Sedunia 2025. Gerakan Aceh Peduli ASI (APA) menggelar penyuluhan tentang pentingnya memberi ASI kepada anak dan dukungan untuk ibu menyusui yang di laksanakan di  RSUD Meuraxa, Banda Aceh. Kegiatan yang mengusung tema “Dukungan untuk Ibu Menyusui”dilaksanakan sebagai bentuk upaya edukasi kepada masyarakat yang dilakukan APA, terutama bagi ibu-ibu muda.

Ketua APA, dr. Mutia Winanda, menegaskan bahwa menyusui adalah pekerjaan besar yang membutuhkan dukungan secara menyeluruh. Ibu menyusui tidak boleh merasa sendirian. Harus ada dukungan dari suami, keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan.

“ ASI eksklusif selama enam bulan merupakan standar emas bagi bayi. Setelah itu, bayi dapat diberi Makanan Pendamping ASI (MPASI) tanpa menghentikan pemberian ASI. Karena ASI mengandung semua nutrisi penting: protein, lemak, vitamin, antibodi, dan enzim alami”Jelas dr.Mutia lagi.

Ketua Aceh Peduli Asi (APA) dr.Mutia Winanda sedang memberikan penyulusan tentang pentingnya memberi asi eklusif pada bayi selama 6 bulan penuh di RS Meuraxa Banda Aceh./Foto; Fitri/Digdata.id

Selain nilai gizi, dr. Mutia juga menyinggung dimensi spiritual dari menyusui. Dalam Islam, menyusui selama dua tahun merupakan perintah langsung dari Allah SWT, menunjukkan pentingnya proses ini dalam tumbuh kembang anak.

“Jadi mulai sekarang jangan lagi memberi susu formula juga makanan seperti pisang bada bayi dibawah usia 6 bulan, berilah ASI secara ekslusif kepada anak”harap Ketua APA Aceh tersebut.

Ia juga juga menegaskan pemberian susu formula tidak perlu diberikan, kecuali atas indikasi medis yang telah dikonsultasikan ke dokter.

Dokter Mutia juga menjelaskan bahwa ASI diproduksi melalui kerja hormon prolaktin dan oksitosin hormon cinta yang muncul ketika ibu merasa nyaman, tenang, dan didukung. Dokter Mutia juga membahas tentang pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pasca-persalinan.

 Antusiasme peserta terlihat tinggi dalam kegiatan ini. Tak hanya para ibu, beberapa ayah juga hadir dan ikut mengajukan pertanyaan seputar peran suami dalam mendukung keberhasilan menyusui dan IMD.

 

Share
Related Articles
Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla
Berita

Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla

SAMARINDA – Kabut asap Samarinda akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa...

Ekspor Benih Lobster Dilarang Permanen, Ini Alasannya
Berita

Pemerintah Resmi Larang Ekspor Benih Lobster Selamanya, Trenggono: Fokus Budidaya Dalam Negeri

JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi menghentikan ekspor benih bening lobster (BBL) atau...

Malaysia Bantu Pemadaman Karhutla, Tunggu Respons RI
Berita

Malaysia Tunggu Respons RI soal Bantuan Karhutla, Wakil PM Zahid Hamidi: Kami Tetap Berprasangka Baik

JAKARTA – Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyatakan negaranya masih...

11 Kota di Dunia Terancam Tenggelam, Termasuk Jakarta
Berita

11 Kota di Dunia Terancam Tenggelam, Jakarta Masuk Daftar dengan Penurunan Tanah hingga 17 Cm per Tahun

Jakarta – Sebanyak 11 kota di dunia terancam tenggelam akibat kenaikan permukaan...