Fahclul, Jadi Calon Polisi untuk Perbaiki Ekonomi Keluarga

Fahclul tampak tersipu malu saat ditanya “cewek-cewek yang daftar polisi cantik-cantik gak? Dia hanya menjawab “cantik juga bang” sambil malu-malu di hadapan pamannya di Lambhuk, Banda Aceh Sabtu (29/10/2022).

Muhammad Fahclul Rizki (17), begitu nama lengkapnya. Remaja asal Desa Aneuk Laot, Kecamatan Suka Karya, Kota Sabang ini sedang mencoba keberuntungan menjadi anggota polisi. Saat ini dia sedang mengikuti proses seleksi di Banda Aceh sudah dua pekan lebih

Mendaftar menjadi calon polisi bagi dia – bukan untuk gagah-gagahan. Tetapi misi utamanya adalah ingin memperbaiki ekonomi keluarga. Selama ini, keluarga kecil yang tinggal di kota wisata ini serba kekurangan.

Selain perkonomian pas-pasan. Dia menjadi satu-satunya harapan keluarga. Pasalnya, Fahclul harus menjadi remaja yang harus bertanggungjawab terhadap tiga saudaranya. Karena kakak dan satu adiknya penyandang disabilitas, sedangkan yang paling bungsu masih balita.

Terlebih kedua orangtuanya sudah berpisah sejak dia kecil. Ibunya bahkan sempat tinggal di Panti Asuhan Disabilitas di Banda Aceh – bantu-bantu masak. Begitu juga Fachlul saat itu masih duduk di sekolah dasar ikut serta bersama ibunya.

“Saya ingin memperbaiki ekonomi keluarga, kakak dan satu adik saya disabilitas, jadi saya ingin mengubah nasib keluarga saya,” kata Fahclul.

Fahclul pun tak bisa menyembunyikan kegembiraannya ketika menunjukkan nilai awal seleksi polisi, mampu bersaing di papan atas. Dia berhasil menoreh nilai yang baik, diperkirakan masuk 5 besar dari akumulasi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan pengetahuan umum.

“TWK dan pengetahuan umum saya total nilai 51, yang 50 ke atas hanya tiga orang,” kata Fahclul.

Kegembiraannya semakin tak dapat disembunyikan setelah keluar nilai lainnya dari hasil seleksi tes jasmani dengan akumulasi 74,51 yang berlangsung Senin (1/11/2022).

“Alhamdulillah nilai 100 semua, kecuali sprint sama lari, sprint nilai 47, lari 51, cuma sanggup 6 putaran,” katanya via WhatsApp.

Fahclul kemudian berbagi pengalaman awal mula mendaftar menjadi calon anggota polisi jalur Bintara PTU 2023 asal Polres Sabang, Polda Aceh. Ia tak pernah berpikir sebelumnya untuk bergabung dengan pasukan baju coklat, mengingat kondisi perekonomian keluarganya yang serba kekurangan.

Namun berkat motivasi yang diberikan para pihak, terutama dari komunitas Wishu, organisasi tempat dia berlatih bela diri. Akhirnya dia memberanikan menyampaikan niatnya kepada orang tua.

Saat itu, Fahclul mengaku orang tuanya sempat keberatan. Karena merasa tidak memiliki kemampuan secara keuangan. Namun setelah ia meyakinkan orang tua bahwa menjadi anggota polisi tidak perlu uang. “Saat itu kemudian keluarga setuju dan saya mendaftar,” katanya.

Bak gayung disambut, Fahclul kemudian langsung mempersiapkan semua administrasi sebagaimana yang disyaratkan untuk mendaftar. Namun, masalah lain muncul, ibunya tak memiliki cukup uang untuk membiayai keberangkatan anak pertamanya berangkat ke Banda Aceh.

“Terpaksa ibu mengutang dari tetangga untuk saya berangkat ke Banda Aceh,” jelasnya.

Kendati demikian, remaja segudang prestasi ini tak patah arang. Dia tetap semangat mengikuti seleksi calon polisi di Banda Aceh. Sampai-sampai dia harus meminjamkan laptop ke tetangga untuk mempersiapkan dokumen, karena dia tidak memiliki alat tersebut.

Dia mengaku bolak-balik ke rumah tetangga untuk meminjamkan laptop, karena harus beberapa kali perbaikan berkas. “Harus pinjam laptop tetangga waktu susun berkas. Ada 4 kali perbaiki berkas, karena saya tidak punya laptop,” jelasnya.


Fachlul terbilang siswa aktif di Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Negeri Sabang di berbagai bidang. Baru duduk di kelas satu, dia sudah menduduki jabatan Wakil Ketua OSIS. Kemudian saat naik ke kelas dua justru langsung menjabat menjadi ketua OSIS di sekolah tersebut.

Tak hanya itu, remaja penggemar mata pelajaran matematika, fisika ini juga memiliki sejumlah prestasi lainnya di luar sekolah. Pernah dianugerahi menjadi Duta Kamtibmas, Duta Lingkungan. Uniknya, Fachlul yang jenjang pendidikan di sekolah umum, justru dia pernah juara olimpiade Bahasa Arab dan juara 2 lomba pidato se kota Sabang.

Kendati demikian, Fachlul mengaku tidak akan terlena dengan sejumlah prestasi dan juara kelas yang pernah ia sandang. Menurut dia, prestasi tersebut tidak menjamin kesuksesan.

“Iya bang, juara (di sekolah) memang gak ada jaminan, tapi kerja keras. Saya ingin sukses muda, biar bisa bantu keluarga,” tegasnya.

Kini, selain menanti proses seleksi anggota polisi di Banda Aceh. Fachlul juga sedang mempersiapkan diri mengikuti kejuaraan PORA yang akan berlangsung di Pidie Desember 2022 mendatang. Dia perwakilan atlet Wishu Sanda yang akan bertarung akhir tahun ini.[acl]

Tulisan Terkait

Bagikan Tulisan

spot_img

Latest articles

Newsletter

Subscribe to stay updated.