Home Berita Aceh Daerah Bebas BAB Sembarangan Pertama di Sumatera
BeritaNews

Aceh Daerah Bebas BAB Sembarangan Pertama di Sumatera

Share
Pemerintah Aceh mendeklarasikan diri sebagai provinsi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) pertama di Sumatera, yang berhasil meraih status open defecation free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan. Poto: Humas Pemprov Aceh
Share

Pemerintah Aceh mendeklarasikan diri sebagai provinsi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) pertama di Sumatera, dan menjadi provinsi ke-6 di Indonesia yang berhasil meraih status open defecation free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan.

“Capaian ODF ini bukanlah akhir, kita harus menjaga capaian ini secara berkelanjutan. Pemerintah Aceh berkomitmen untuk memastikan fasilitas sanitasi yang layak dan merata bagi seluruh rakyat Aceh,” kata Asisten II Sekda Aceh, Zulkifli, di Banda Aceh, Kamis (26/06/2025)

Deklarasi ODF dilaksanakan langsung bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, di Banda Aceh.

Zulkifli mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Kemenkes RI atas dukungan serta proses verifikasi di lapangan.

“Sehingga, Aceh berhasil meraih status provinsi ODF secara menyeluruh. Capaian ini merupakan langkah awal menuju target yang lebih besar,” ujar Zulkifli.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, dr Then Suyanti menyampaikan bahwa status ODF tersebut diberikan setelah adanya hasil proses verifikasi nasional oleh Tim STBM Pusat sejak 17 hingga 25 Juni 2025.

Dirinya mengapresiasi kerja keras dan komitmen seluruh pihak terlibat di Aceh dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan bermartabat.

“Capaian ini menjadikan Aceh sebagai tolak ukur untuk kajian banding pelaksanaan STBM di Sumatera,” katanya.

Disisi lain, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, Robby Irza, menjelaskan bahwa keberhasilan Aceh dalam mencapai status ODF tidak lepas dari proses identifikasi menyeluruh terhadap hambatan yang menghalangi capaian SBS.

Pemerintah Aceh, kata Robby, bakal menerapkan strategi percepatan meliputi pelatihan bagi sanitarian, penguatan advokasi di tingkat kecamatan dan gampong, serta pemantauan intensif dengan sistem komunikasi harian.

Langkah strategis ini membuahkan hasil signifikan. Dari capaian ODF sebesar 31 persen pada November 2023, Aceh berhasil mencapai 100 persen ODF pada 17 Januari 2025. (Yan)

Sumber : Antara Aceh

Share
Related Articles
BeritaHeadline

Satu Pendaki Gunung Seulawah Agam Belum di Temukan, Tim SAR Masih Laukan Pencarian

Seorang pendaki asal Kabupaten Aceh Utara dilaporkan hilang di kawasan Gunung Seulawah,...

Berita

Jumlah Penumpang di Bandara SIM Mengalamai Penurunan di Idul Adha 1447 H

Pergerakan penumpang angkutan udara selama periode Idul Adha 1447 Hijriah di Bandara...

Berita

Warga Pintu Rime Gayoe Perbaiki Akses Jalan Nasioanal Takengon-Bireuen

Enam Bulan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh masih banyak fasilitas publik yang...

Jemaah Haji Aceh bertola dari Mekah ke Madinah pada 8 Juni 2026 Foto : Dok.PPIH Aceh
Berita

Arab Saudi Pastikan Haji 1447 H Bebas Wabah, Lebih dari 2,5 Juta Layanan Kesehatan Diberikan

DIGDATA.ID – Arab Saudi melaporkan keberhasilan penyelenggaraan layanan kesehatan selama musim Haji...