Berita

Pemerintah Lakukan Pemulihan Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana Melalui Program MBG

Share
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana / Foto: Fitri /Digdata.id
Share

Dalam Upaya pemulihan kembali ekonomi masyarakat di daerah terdampak bencana di Aceh, Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menyinergikan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) serta kelompok tani dalam implementasi program Makan Bergizi Geratis (MBG)

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergi Ekonomi Kerakyatan yang digelar oleh Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN) di Taman Budaya Banda Aceh.

Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana dalam kegiatan tersebut menyatakan komitmennya dalam membantu UMKM, Koperadi Desa dan Petani di daerah terdampak bencana untuk kembali bangkit.

Menurutnya program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat saja tetapi juga dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha lokal yang terdampak bencana.

Menurutnya, Pasca bencana terjadi, daya beli masyarakat jauh menurun sehingga berdampa pada kelangsungan usaha masyarakat di daerah bencana.

“ Program MBG Menjadi Bagian dari strategi pemulihan ekonomi kerakyatan. Dan kami mendorong para pelaku UMKM,BUMdes, Koperasi dan Petani untuk kembali meningkatkan produksinya sehingga bisa diserap langsung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah masing-masing”ujar Syahdana.

Ia juga menjelaskan kebutuhan bahan pangan untuk setiap dapur MBG cukup besar yang sifatnya berkelanjutan. Dalam sehari setiap dapur membutuhkan 300 kg Sayur, 400 kg buah serta pasokan telur,ayam dan tempe yang juga sangat besar. kondisi ini dinilai mampu menciptakan pasar yang stabil bagi produk pangan lokal.

Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN ini juga menyebutkan bahwa program sinergi ekonomi ini di prioritaskan untuk daerah-daerah terdampak bencana di tiga propinsi di Indonesia, nyakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Sasaran utamanya adalah masyarakat pada desil 1 dan 2 yakni masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

Penanganan MoU kerjasama SPPG MBG dengan Yayasan Miitra MBG. Foto: Fitri/Digdata.id

Menurutnya keberadan MBG sebagai off-taker diharapkan dapat membantu pelaku usaha lokal untuk “naik kelas”secara ekonomi. Setiap SPPG ditargetkan memiliki 15 pemasok yang berasal dari UMKM,Kelompok tani, koperasi dan BUMDes sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi lokal.

“Fokus kami adalah UMKM yang sudah berjalan, namun mengalami penurunan produksi akibat bencana. Kami juga berharap dengan adanya pendampingan ini dan kepastiar pasar, mereka dapat pulih kembali”harapnya.

Dalam kegiatan rapat koordinasi tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU anatara SPPG dan yayasan mitra guna memperkuat impllementasi program MBG.

Kolaborasi anatara BGN, Pemerintah Daerah, SPPG serta dinas terkait dinilai menjadi kunci keberhasilan program dalam memastikan keberlanjutan pasokan pangan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

Share
Related Articles
Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla
Berita

Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla

SAMARINDA – Kabut asap Samarinda akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa...

Ekspor Benih Lobster Dilarang Permanen, Ini Alasannya
Berita

Pemerintah Resmi Larang Ekspor Benih Lobster Selamanya, Trenggono: Fokus Budidaya Dalam Negeri

JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi menghentikan ekspor benih bening lobster (BBL) atau...

Malaysia Bantu Pemadaman Karhutla, Tunggu Respons RI
Berita

Malaysia Tunggu Respons RI soal Bantuan Karhutla, Wakil PM Zahid Hamidi: Kami Tetap Berprasangka Baik

JAKARTA – Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyatakan negaranya masih...

11 Kota di Dunia Terancam Tenggelam, Termasuk Jakarta
Berita

11 Kota di Dunia Terancam Tenggelam, Jakarta Masuk Daftar dengan Penurunan Tanah hingga 17 Cm per Tahun

Jakarta – Sebanyak 11 kota di dunia terancam tenggelam akibat kenaikan permukaan...