Mantan pemain Paris Saint-Germain yang kini memperkuat Persib Bandung, Layvin Kurzawa, turun langsung ke lokasi banjir di Kabupaten Pidie Jaya pada 30–31 Maret 2026 untuk melihat langsung kondisi korban banjir dan dampaknya di Kabupaten Pidie Jaya Propinsi Aceh
Kurzawa hadir, melihat langsung kondisi warga, sekaligus membawa bantuan yang memang dibutuhkan di lapangan terutama kebutuhan air bersih dan sanitasi.
Bantuan yang disalurkan meliputi fasilitas air bersih, MCK, perlengkapan sekolah untuk anak-anak terdampak, hingga perlengkapan ibadah.
Di tengah kunjungannya, Kurzawa juga meluangkan waktu bermain sepak bola bersama anak-anak di lokasi pengungsian. Ia bahkan membagikan bola bertanda tangan sebagai kenang-kenangan yang langsung disambut antusias.
“Saya sedih melihat kondisi di sini. Semoga keadaan bisa segera membaik dan masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” ujar Kurzawa.

Bagi warga, bantuan ini bukan hal kecil. Ruslan, Ketua Pemuda Desa Meunasah Balek, menyebut fasilitas air bersih yang diberikan sangat krusial.
“Terimakasih atas bantuannya. Di desa kami, kemungkinan besar belum akan ada instalasi air bersih dalam waktu dekat, bahkan bisa sampai satu tahun atau lebih. Bantuan ini benar-benar membantu kebutuhan sehari-hari warga,”katanya.
Rasa terimakasih juga disampaikan Usman, Keuchik Desa Genteng. Bantuan sumur dan MCK yang dibangun di desanya untuk kepentingan aktivitas beribadah masyarakat.
“Fasilitas MCK dan air bersih ini sangat membantu, apalagi lokasinya dekat dengan masjid. Warga sangat terbantu. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut karena kebutuhan di desa kami masih besar,”ucapnya.
Apresiasi juga datang dari Abdul Halim, Keuchik Desa Meunasah Raya, yang menilai kehadiran langsung di lokasi memberikan dampak nyata, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara moral bagi warga.

Sementara itu, Crisna Akbar dari Sumatera Environmental Initiative yang menjadi Koordinator Lapangan kegiatan ini menyoroti dampak psikologis dari kunjungan tersebut, khususnya bagi anak-anak.
“Kehadiran Kurzawa bukan hanya soal bantuan. Anak-anak terlihat kembali ceria. Ini penting untuk membantu pemulihan trauma mereka setelah bencana,” ujarnya.
Kunjungan ini menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan tidak selalu harus besar, tetapi tepat sasaran dan hadir langsung di tengah masyarakat. Di tengah situasi seperti ini, momen sederhana seperti bermain bola bersama bisa menjadi awal dari pemulihan.









