Gajah jantan Sumatera (Elephas maximus sumatranus) kembali memasuki pemukiman penduduk di desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, kabupaten Bener Meriah, provinsi Aceh. Hingga menimbulkan kepanikan warga di desa setempat.
Menurut warga , Seekor gajah jantan dewasa tesebut memasuki pemukiman penduduk pada malam hari dan berpindah pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya desa Negeri Antara Kecamatan Pintu Rime Gayo
“ Sejauh ini kehadiran gajah liar itu belum merusak rumah atau fasilitas lainnya, namun warga panik dan keluar rumah mencari tempat yang dirasa aman,” kata Muhammad Usop, anggota kelompok Masyarakat Peduli Gajah di Bener Meriah.
Ia juga mengatakan, selama ini warga tida bisa berbuat apa-apa jika gajah sudah masuk ke kampung, mereka harus mencari tempat yang aman di luar kemukiman. Hal seperti itu sudah berlangsung lama dan berungkali terjadi, terutama di desa pintu Rime Gayo.
“Kami dari kelompok masyarakat peduli gajah sudah berusaha menggiringnya kembali ke hutan. Namun, beberapa hari kemudian gajah tersebut datang lagi,”cerita Usop.
Dua hari terakhir ada satu ekor Gajah jantan yang mendekati rumah warga, sekolah dan halaman Mesjid. Untuk mengatasi gangguan gajah tersebut, warga mengusirnya dengan petasan dan bunyi bunyian. Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
Gajah yang sering masuk kampung dan masuk perkarangan rumah warga hanya satu ekor yang terpantau, sementara puluhan ekor lainnya sering mucul di area perkebunan dan lahan pertanian daeraah pedalaman. Tanaman yang dirusak, pisang, tebu dan tanaman kelapa
Sebelumnya pada 21 Februari 2026, seorang petani tewas terinjak gajah di Kampung Pantan Lah, Pintu Rime Gayo, kabupaten Bener Meriah.
“Jangan sampai menunggu adanya korban jiwa. Kalau sudah begini kondisi baru pihak BKSD serius melakukan penanganan gajah liar tersebut,” katanya Muhammad Usop.










