BeritaHeadline

Tolak Aktivitas Pertambangan, Masyarakat Beutong Duduki Kantor Bupati Nagan Raya

Share
Masyakat Beutong Ateuh dan aliansi Mahasiswa duduki kantor Bupatii Nagan Raya menuntut Bupati menola tambang di Beutong Ateuh. Foto Fitri/Digdata.id
Share

Ratusan Masyarakat Beutong Ateuh Banggala bersama aliansi mahasiswa dari Banda Aceh, Aceh Barat, dan Nagan Raya menggelar aksi di depan Kantor Bupati Nagan Raya, menolak aktivitas pertambangan di kawasan Beutong Ateuh.

Massa aksi mulai berkumpul di masjid Agung Nagan Raya (Masjid Giok) sejak pukul 12.00 WIB dan bergerak dari titik kumpul sekitar pukul 14.30 WIB dari titik kumpul di Masjid Giok Nagan Raya menuju Kantor Bupati Nagan Raya sebagai tujuan aksi. Sepanjang perjalanan, mereka melantunkan salawat sebagai bentuk seruan damai dalam menyampaikan aspirasi.

Dalam aksi tersebut, para peserta membawa sejumlah spanduk berisi pesan penolakan terhadap aktivitas tambang. Diantaranya bertuliskan, “Hutan adat yang kamo lake, tapi Beutong Ateuh yang na yak peubloe. “Beutong Ateuh Tanah Indatu”dan“Jangan Khianati Tanoh Syuhada,”serta “Selamatkan Beutong Ateuh” yang menggambarkan tuntutan agar kawasan tersebut tetap dilindungi.

Setengah dari masa aksi adalah Ibu-ibu dan remaja putri dari Beutong Ateuh Banggala dan Aceh Selatan. Mereka datang mengenakan kaos hitam  bertulis “Stop! Tanah Beutong Ateuh Bukan Tanah Kosong”, sebagai simbol penolakan terhadap eksploitasi wilayah yang menjadi nadi kehidupan masyarakat Beutong selama ini, dan memiliki nilai sejarah.

Tokoh masyarakat Beutong Ateuh, Tgk. Malikul Aziz atau yang akrab disapa Abu Kamil, yang juga merupakan Putra dari Tengku Bantaqiah dalam orasinya menegaskan bahwa tujuan aksi mereka pada hari ini adalah meminta pemerintah mengeluarkan Beutong Ateuh dari kawasan pertambangan.

“Tujuan kami ke sini untuk menuntut dan berharap Beutong Ateuh dikeluarkan dari area tambang. Karena Beutong adalah tanah yang ditinggalkan leluhur mereka,” ujarnya.

Sementara itu, seorang mahasiswa yang turut berorasi menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan perjuangan bersama masyarakat, bukan semata gerakan mahasiswa.

“Ini bukan persoalan mahasiswa, tapi persoalan masyarakat, nasib mereka yang harus dibela” katanya.

Aksi demontrasi berlangsung di halaman Kantor Bupati Nagan Raya hingga azan magrib atau pukul 19.00, massa bertahan sampai piha pemerintah Nagan Raya menandatangani petisi tuntutan yang dibawa peserta aksi.

Disela-sela menunggu keputusan perwakilan dari pemerintah Nagan Raya yang di wakili Sekda, Asisten 1 dan 2 massa aksi melantunkan ratib dan salawat secara bersama-sama. Lantunan doa itu menjadi simbol harapan agar kawasan Beutong Ateuh terlindungi dari aktivitas tambang yang mereka nilai dapat mengancam lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.

Share
Related Articles
**Ancaman Kerusakan Permanen Kriosfer Jika Suhu Lewati 1,5C**
Berita

Para Ilmuwan PBB Peringatkan Kerusakan Permanen Kriosfer Jika Suhu Bumi Lewati Batas 1,5°C

DIGDATA.ID – Laporan terbaru yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa kawasan...

BeritaHeadline

Besok Kapolri Tinjau Langsung Pabrik Sabu di Pidie.

Kapolri Jendral Polisi Suyudi Ario Seto, dijadwalkan akan berkunjung ke kabupaten Pidie...

BeritaHeadline

Empat WNA Diamankan Saat Penggerebekan Pabrik Sabu Di Beurenun Pidie

Sejumlah personil kepolisian hingga sore ini masih berjaga-jaga di depan rumah toko...

Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla
Berita

Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla

SAMARINDA – Kabut asap Samarinda akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa...