Data BicaraHeadline

Api Meluas, Karhutla Aceh Bergeser

Share
Foto ilustrasi Akal Imitasi
Share

Api seperti berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain di Aceh. Setelah Aceh Besar dan Aceh Selatan bergantian mencatat kebakaran terluas, kini giliran Aceh Barat. Hingga Juni 2026, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aceh telah menghanguskan 3.099,06 hektar.

Angka itu patut menjadi alarm. Dalam enam tahun, 2018–2023, karhutla di Aceh menghanguskan 10.011,85 hektar. Namun hanya dalam dua setengah tahun berikutnya, 2024 hingga Juni 2026, luas kebakaran telah mencapai 19.281,39 hektar, hampir dua kali lipat dibandingkan akumulasi enam tahun sebelumnya.

Peringatan semakin relevan ketika Aceh memasuki musim kemarau. Pada April 2026, Tim Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Aceh, Moh Rizal, menyebut sejumlah wilayah telah lebih awal mengalami kemarau. Wilayah lainnya diperkirakan memasuki musim kemarau antara pertengahan Mei hingga pertengahan Juni.

Data delapan tahun terakhir menunjukkan karhutla di Aceh cenderung membesar dalam beberapa tahun terakhir. Setelah mencapai 1.267 hektar pada 2021, luas kebakaran melonjak menjadi 3.715 hektar pada 2022. Sempat turun menjadi 1.936,85 hektar pada 2023, karhutla kemudian melonjak sekitar 275 persen menjadi 7.257,35 hektar pada 2024.

Rekor kembali pecah pada 2025. Sedikitnya 8.924,98 hektar hutan dan lahan terbakar, tertinggi dalam rentang data 2018 hingga Juni 2026. Jika digabungkan, kebakaran sepanjang 2024 dan 2025 mencapai 16.182,33 hektar, sekitar 55 persen dari seluruh karhutla yang tercatat selama periode tersebut.

Peta kebakaran juga terus bergeser. Aceh Besar mencatat kebakaran terluas pada 2023 dan 2024. Pada 2025, posisi itu beralih ke Aceh Selatan dengan 1.917,47 hektar.

Memasuki 2026, Aceh Barat berada di posisi teratas dengan 844,87 hektar, disusul Aceh Selatan 509,15 hektar, Nagan Raya 456,72 hektar, Aceh Timur 298,96 hektar, dan Aceh Singkil 260,67 hektar. Lima kabupaten tersebut menyumbang 76,5 persen dari seluruh karhutla Aceh hingga Juni 2026.

Nagan Raya mencatat lonjakan paling tajam. Dari hanya 44,77 hektar pada 2025, luas kebakaran hingga Juni 2026 melonjak menjadi 456,72 hektar, lebih dari sepuluh kali lipat.

Data tersebut belum menjelaskan penyebab kebakaran, lokasi rinci, status lahan maupun pihak yang menguasai kawasan terbakar. Namun satu pola terlihat jelas, luas karhutla membesar dan episentrumnya terus berpindah. Api belum benar-benar pergi dari Aceh.[acl]

Share
Related Articles
BeritaHeadline

RUKKI: Libatkan Anak Promosikan Vape Bisa Berujung Pidana

Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) mendesak pemerintah segera memeriksa streamer Bigmo alias...

BeritaHeadlineHutan Aceh

WALHI Tolak Pembangunan 500 Batalion di Kawasan Hutan

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai rencana pemerintah membangun 500 Batalion Infanteri...

BeritaHeadline

Nelayan Jawa Tengah Tagih Perlindungan Ruang Tangkap ke KKP

Laut bagi nelayan kecil di pesisir Jawa Tengah bukan sekadar tempat mencari...

BeritaHeadline

FISIP USK Gelar Diskusi Publik Bahas Polemik Gas Blok Andaman

Polemik pengelolaan Blok Andaman dilepas pantai Aceh masih menjadi pembicaraan hangat di...