Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen sudah mulai berjalan dan ditargetkan bisa selesai pertengahan Juni 2026. Dari tahun 2025-2026 ada 93 gedung permanen yang dibangun dan untuk tahun depan akan di tambah 100 gedung lagi yang tersebbar di seluruh Indonesia jelas Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam sambutannya pada kegiatan open hause yang berlangsung di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 1 Darussa’adah Lampeunerut Aceh Besar.
“Tahun depan direncanakan tambah lagi lebih 100. Dengan begitu, tahun depan kita bisa menerima lebih dari 90.000 siswa secara keseluruhan,” ujar Mensos Saifullah
Terkait pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) permanen di Aceh, Gus Ipul mengatakan saat ini sedang tahap pengerjaan, ada Lima pembangunan gedung permanen di Aceh, yakni di Kabupaten Aceh Besar, Bireuen, Lhokseumawe, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya.
Salah satunya proyek pembangunan sekolah Rakyat Permanen tersebut milik Propinsi yang berlokasi di Samahani Kabupaten Aceh Besar, saat ini dalam proses perampungan.
Mensos juga mengatakan, Propinsi Aceh menjadi salah satu provinsi yang cukup siap karena dukungan datang dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.
“Di propinsi lain belum ada yang milik propinsi dan kabupaten/ kota. Biasanya ada kabupaten atau kota yang sudah punya, tetapi provinsinya belum punya. Ada juga yang provinsinya sudah punya Sekolah Rakyat, tetapi kabupaten dan kotanya belum, seperti di Bali,”Jelas Gus Ipul kepada Awak Media saat ditanyaan sejauh mana kesiapan bangunan Sekolah Rakyat permanen
.Saat ini kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan fasilitas sementara di Sentra Darussa’adah. Ke depan, para siswa akan menempati kompleks Sekolah Rakyat permanen yang mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Secara nasional, pemerintah menargetkan jumlah siswa Sekolah Rakyat meningkat menjadi lebih dari 36 ribu orang pada tahun ini. Angka tersebut ditargetkan bertambah hingga lebih dari 100 ribu siswa pada tahun depan. Diharapkan lulusan SR nantinya menjadi generasi pintar,berkarakter dan tampil sesuai harapan presiden.
Selain itu, Gus ipul juga mengapresiasi kemampuan parasiswa yang telah menunjukkan kemampuan bahasa asing, teermasuk Bahasa Arab, Mandarin dan Bahasa Ingris.
Ia juga mengatakan perubahan yang ditunjukkan para siswa menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki peluang yang sama untuk berkembang jika memperoleh akses pendidikan yang baik.
“Kita ingin lulusan Sekolah Rakyat menjadi generasi yang pintar, berkarakter, dan terampil sesuai harapan Presiden,” ujar Gus Ipul.










