2024 Diharap Jadi Tahun Politik Damai di Indonesia

Genderang pemilu serentak 2024, satu persatu mulai ditabuh. Pemungutan suara pada pemilu 2024 disepakati akan digelar pada 14 februari 2024. Komisi Pemilihan Umum (KPU), telah membuat rancangan tahapan dan jadwal pemilu.

Pemilu 2024 meliputi pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan DPD RI.

Ini kali kedua pemilu serentak dilaksanakan di Indonesia. Banyak pengalaman pahit yang dirasakan warga pada pelaksanaan pemilu serentak 2019 lalu,  mulai dari penghitungan suara yang salah, hingga banyaknya petugas pemilihan suara  yang meninggal dunia, akibat kelelahan karena tiadanya kemudahan teknologi yang dilakukan.

Anggota DPD RI asal Aceh, Farhan Hamid, menegaskan tak salah jika warga di Aceh, berharap pemilu serentak yang akan datang, bisa berjalan lebih efektif / aman dan damai, serta menghasilkan figur-figur politik yang berpihak kepada rakyat.

“ Yang paling penting adalah penetapan data saat tahapan pemilu mulai dilaksanakan, data yang tertib dan pelaksanaan berlangsung baik, sehingga tidak ada baik secara perorangan maupun partai politik, nasional atau lokal yang dirugikan, dan ini perlu menjadi catatan serius, bagi penyelengara dan elemen terkait,” jelas Farhan Hamid, Senin (27/06/2022).

Tokoh politik nasional  Surya Paloh pun menegaskan agar pemilu yang akan datang tidak lagi memberi luka mendalam pada seluruh rakyat. Pemilu serentak yang akan datang juga diharap tidak membuat masyarakat terpecah belah dengan pandangan politik mereka.

“ Rakyat trauma dengan system pemilu yang lalu, harus diakui hal tersebut, oleh karenanya pemilu yang akan datang jangan ada lagi perpecahan,  semua peserta pemilu harus memiliki kesadaran untuk menjaga pemilu yang akan datang agar lebih berkualitas dari sebelumnya,” tegas Surya Paloh, usai meresmikan Gedung Nasdem di kawasan Pango Banda Aceh, Senin (27/06/2022).

Surya Paloh juga mengakui kalau dirinya terus menjalin komunikasi baik dengan sejumlah tokoh politik, untuk memilih calon pemimpin negara. “Presiden bukan hanya presiden tpai juga pemimpin negara, dan pemimpin harus yang terbaik dan direstui rakyat, lobi-lobi terus dilakukan, kalau sudah terpilih akan diumumkan,” ujarnya.

Tahun 2024 akan menjadi tahun politik yang sibuk di Indonesia. Pemilihan tidak hanya memilih pemimpin bangsa dan perwakilan rakyat di parlemen, tapi juga memilih kepala daerah bagi Tujuh propinsi, 76 kabupaten dan 18 kota, yang kepala daerahnya akan habis masa jabatan tahun 2022, serta 170 kepala daerah yang masa jabatannya habis tahun 2023.  (Yan)

Tulisan Terkait

Bagikan Tulisan

Berita Terbaru

Newsletter

Subscribe to stay updated.