Almuniza: Untuk Memajukan Pariwisata Aceh Butuh Dukungan Semua Pihak

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh menyatakan pemerintah kabupaten/kota di daerah setempat sepakat menyusun Rencana Induk Pembangunan Pariwisata dengan mengacu kepada Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan dan Kebudayaan dalam mendukung sinergitas pembangunan yang berkelanjutan.

Ini merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan sektor pariwisata. Dan untuk memajukannya membutuhkan dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal di Banda Aceh, Selasa (1/2) di sela-sela penyampaian capaian kinerja tahun 2022 yang telah dilaksanakan instansi tersebut pada tahun itu serta target pada tahun 2023 yang berlangsung di Museuem Aceh di Banda Aceh.

Selain itu Almuniza juga menjelaskan dalam kesepakatan rapat koordinasi pemajuan kebudayaan dan pariwisata antara Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota tahun 2023-2024 juga telah sepakat untuk pelaksanaan Pekan Kebudayaan Aceh yang akan dilaksanakan di Kabupaten/Kota dengan mekanisme pelaksanaan dibahas lebih lanjut oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh bersama dinas yang membidangi bidang kebudayaan dan bidang pariwisata kabupaten/kota.

“ Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota wajib melindungi, memanfaatkan, mengembangkan, melestarikan objek wisata yang telah ada, pemajuan kebudayaan dan pariwisata sesuai kewenangan. Dan pemerintah Kabupaten/Kota juga wajib mengaktifkan, memelihara serta mengelola anjungannya masing-masing yang terletak di Taman Sulthanah Safiatuddin dengan pelaksanaan pameran dan event secara berkala” Jelas kadisbudpar Aceh.

Selain itu Pemerintah Aceh juga dapat membangun fasilitas destinasi di Kabupaten/Kota dengan persyaratan bahwa lahan merupakan asset milik pemerintah kabupaten/kota dan wajib memanfaatkan, memelihara, dan mengelola secara profesional setelah serah terima asset.

Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota berkolaborasi dalam pelaksanaan program pelatihan, sertifikasi dalam upaya peningkatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia bidang kebudayaan dan pariwisata dan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota memprioritaskan penggunaan produk industri lokal.

Tak hanya itu saja, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota juga akan memfasilitasi sertifikasi standarisasi pelayanan bagi pelaku ekonomi di bidang pariwisata antaralain akomodasi dan kuliner, baik yang terdapat di destinasi maupun di luar destinasi.

sinergitas penggunaan dana DOKA yang dikelola Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota yang ditujukan pada pemajuan kebudayaan dan pariwisata Aceh. Pemerintah Aceh memberikan sharing anggaran untuk mendukung pelaksanaan event Pemerintah Kabupaten/Kota dengan ketentuan lulus kurasi.

Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota dapat mengikutsertakan kelembagaan masyarakat bidang Kebudayaan dan Pariwisata dalam pelaksanaan program dan kegiatan, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota akan bersinergi dalam promosi dan pemasaran pariwisata dan Pemerintah Kabupaten/Kota berkomitmen menyampaikan data secara periodik berkaitan dengan jumlah kunjungan wisata, lama tinggal dan data amenitas, atraksi, aksesibilitas dan data kebudayaan lainnya dalam menunjang kinerja kebudayaan dan kepariwisataan.

Ia menambahkan kemajuan pariwisata di Aceh khususnya dan daerah lain umumnya merupakan program yang telah dijalankan sebelumnya dan seiring waktu terus dilakukan pembenahan dan perbaikan sesuai dengan perkembangan.

Selain itu, dalam pertemuan dengan awak media di Museum Aceh tersebut Kadisbudpar juga memaparkan capaian program pariwisata 2022 dan target pelaksanaan program tahun 2023, salah satunya tentang jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Aceh sebanyak 1,7 juta sepanjang 2022. Pertambahan pengunjung seiring menurunnya kasus pandemi Covid-19.

“Paling tinggi kunjungan wisatawan adalah ke Kota Sabang, Aceh Besar dan Banda Aceh,” kata Almuniza Kamal, Kepala Disbudpar Aceh dalam konferensi pers di Museum Aceh, Selasa (31/1/2023).

Menurut Almuniza, pihaknya memasang target kunjungan 2,5 juta wisatawan nusantara dan mancanegara pada tahun 2023. Hal ini sangat mungkin dicapai karena banyaknya event wisata dan budaya yang akan digelar. Salah satunya adalah Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) yang berlangsung pada Agustus 2023 mendatang.

Selain itu, Aceh juga punya potensi untuk menarik jumlah wisatawan lebih banyak dengan dukungan adanya penerbangan langsung dari Malaysia dan sebaliknya. Selain ada 739 objek wisata di Aceh serta 1.003 situs cagar budaya.

Tak hanya itu saja, untuk tahun 2023 ini, ada tiga agenda pariwisata Aceh yang telah masuk kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2023 yang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yaitu; Aceh Culinary Festival (ACF), Aceh Ramadhan Festival (Ramfest), dan Sabang Marine Festival.

Tulisan Terkait

Bagikan Tulisan

spot_img

Latest articles

Newsletter

Subscribe to stay updated.