Home Berita Atlet Angkat Besi Olimpiade Paris, Nurul Akmal Pecahkan Rekor Nasional di PON XXI Aceh-Sumut
BeritaHeadlineNews

Atlet Angkat Besi Olimpiade Paris, Nurul Akmal Pecahkan Rekor Nasional di PON XXI Aceh-Sumut

Share
Share

Koleksi medali emas bagi tim Aceh bertambah, setelah Lifter Putri Aceh, Nurul Akmal berhasil meraih juara pertama pada cabang olehraga angkat besi kelas +87 putri dengan total angkatan 243 kilogram, pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut.

Nurul Akmal bersaing ketat dengan dua lifter lainnya yakni Jihan Saputri asal Jambi dengan total angkatan 225kg dan Rizka Oktaviana asal Kalimantan Barat dengan total angkatan 219kg.

Nurul Akmal juga berhasil memecahkan rekor nasional 242kg atas dirinya sendiri yang diciptakan pada PON XX Papua tahun 2020 lalu. Sempat tak mampu mengangkat angkatan snatch 154 kilogram, Nurul Akmal mengaku karena kurang optimal latihan, akibat waktu yang lumayan singkat.

“Mungkin salah satu faktornya kelelahan dan kurang optimal, karena waktu laithan dan istirahat sempit, sepulang dari olimpiade Paris, tanpa istirahat masuk pelatda dan langsung bertanding lagi, selain itu, saat latihan juga belum pernah mengangkat bebean lebih dari 110 kilogram,” katanya, usai menerima pengalungan medali emas, Selasa (10/09/2024).

Pada Snatch angkatan pertamanya, Amel sapaan akrab Nurul Akmal, langsung mengambil beban terberat dari lawannya yang lain yakni 100 kg dengan mulus. Angkatan keduanya pun berhasil dibabat dengan berat 105 kg. amun, Amel gagal pada angkatan ketiganya sekaligus angkatan untuk memecahkan rekor pada kelas 117 kg, sehingga catatan snatch tertingginya berada di 105 kg.

Kendati demikian, Nurul Akmal ,mengaku bersyukur atas dukungan keluarga dan pelatih, ia mampu mmecahkan rekor nasional.

Puas dengan hasil pertandingan, juga diungkapkan oleh lifter asal Jambi, Jihan Saputri. Peforma Jihan di gelanggang angkat besi, mendulang antusias penonton. Jihan bahkan bisa menyelesaikan angkatan Clean and Jack dengan baik. “Ini medali pertama saya, alhamdulillah dapat perak, padahal saingan saya adalah atlet senior bahkan sudah pernah menjadi juara di ajang angkat besi dunia, semoga kedepan saya lebih baik,” ujar Jihan.

Bangga dan senang dengan prestasi Nurul Akmal, Ketua KONI Aceh Kamaruddin Abu Bakar membagi-bagikan boneka maskot dan kaos Aceh Official kepada penonton yang disambut dengan sorak sorai penonton.

Berikut perolehan medali sementara lima teratas, hingga Selasa (10/9/2024) petang :

                                        Emas Perak    Perunggu

Jawa Timur                         28           13            18

Jawa Barat                          14           19            21

Sumut                                 13             3           7

DKI Jakarta                          12           25          8

Aceh                                    12          8            9

Share
Related Articles
Banjir rendam lahan persawahan warga di Gayo Lues, 31 Maret 2025. Poto : BPBD Gayo Lues.
BeritaHeadlineNews

Banjir Landa Beberapa Daerah di Aceh Bertepatan dengan Perayaan Idul Fitri

Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur hingga memicu luapan sungai Aih Badak di...

Gas Petronas meledak, Peristiwa itu terjadi pada Selasa (1/4/2025) pagi dan menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah rumah warga
BeritaHeadlineNewsUncategorized

Gas Petronas Meledak, PM Anwar Ibrahim Janjikan Bantuan bagi Korban

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menjanjikan bantuan langsung kepada para korban...

Sebanyak 73 personel Indonesia Search and Rescue (INASAR) diterbangkan menuju lokasi terdampak gempa di Myanmar, Selasa (1/4/2025). Pelepasan tim kemanusiaan ini dilakukan oleh Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto
BeritaHeadlineNews

Tim INASAR Bertolak ke Lokasi Gempa Myanmar

Sebanyak 73 personel Indonesia Search and Rescue (INASAR) diterbangkan menuju lokasi terdampak...

Bangunan runtuh akibat gempa dengan kekuatan M7,7 yang mengguncang Myanmar 28 Maret 2025 lalu.
BeritaHeadlineNews

Pasca Gempa M7,7, Warga Mandalay masih Tidur di Tenda Terbuka, Trauma Gempa dan Takut Bangunan Runtuh

Empat hari pasca-gempa dahsyat mengguncang Myanmar, banyak warga di Mandalay masih bertahan...