BANDA ACEH – Dr. Zaini Abdullah, mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, meninggal dunia pada usia 86 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026).
Tokoh yang akrab disapa Abu Doto ini dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya antara pukul 12.26 WIB hingga 12.40 WIB.
Sebelum wafat, almarhum diketahui telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut sejak Mei 2026. Kabar duka ini menyebar cepat kepada keluarga, kerabat, dan seluruh masyarakat Aceh.
Berdasarkan sumber dari narasumber di RSUDZA, Ustad Muzakir mengonfirmasi kepulangan tokoh tersebut secara langsung. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia Bapak Dr Zaini bin Abdullah dalam umur 86 tahun, hari ini Sabtu pukul 12.40 WIB,” kata Ustad Muzakir.
Rangkaian prosesi pemakaman akan dimulai dengan pemandian jenazah di RSUDZA sebelum dibawa ke rumah duka di kawasan Geuceu, Banda Aceh. Selanjutnya, jenazah akan dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman setelah pelaksanaan salat Asar.
Usai prosesi salat jenazah, almarhum akan diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kabupaten Pidie untuk dimakamkan. Lokasi pemakaman direncanakan berada di Gampong Trubueh atau Gampong Rapana, Kecamatan Mutiara.
Lahir di Beureunuen pada 24 April 1940, Zaini Abdullah memiliki latar belakang sebagai dokter lulusan Universitas Sumatera Utara. Ia dikenal sebagai tokoh senior Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan orang dekat Hasan di Tiro yang pernah menetap di Swedia selama masa konflik.
Peran pentingnya dalam perdamaian Aceh berlanjut hingga pasca-perjanjian Helsinki. Ia bersama Muzakir Manaf memenangkan Pilkada 2012 dan dilantik sebagai Gubernur Aceh pada 25 Juni 2012. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi sejarah politik modern Aceh.









