BeritaNews

Pemerintah Aceh Berduka, Zaini Abdullah sosok Penuh Dedikasi untuk Aceh

Share
Share

Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017, dr. Zaini Abdullah, yang akrab disapa Abu Doto, pada Sabtu (13/6/2026).

Kepergian dr. Zaini Abdullah menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Aceh. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang mengabdikan diri untuk daerah dan masyarakat, baik melalui profesinya sebagai dokter maupun kiprahnya sebagai pemimpin daerah.

uru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, “innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Pemerintah Aceh turut berduka atas berpulangnya dr. Zaini Abdullah. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum serta memberikan kekuatan dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Nurlis.

Pemerintah Aceh menyampaikan penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum kepada daerah dan masyarakat serta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan almarhum dan segala amal pengabdiannya menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

Zaini Abdullah lahir di Kabupaten Pidie, Aceh, 24 April 1940. Ayahnya Tgk. H. Abdullah Hanafiah adalah tokoh kharismatik di wilayah itu. Zaini Abdullah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Aceh. Ia sekolah di sekolah rakyat setingkat SD di Bureunuen, Pidie, SMP di Sigli, dan SMA di Banda Aceh. Zaini lulus SMA pada usia 20 tahun. 

Setelah itu, ia meneruskan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU).. Untuk memperdalam ilmu medisnya, Zaini  juga masuk Pendidikan Spesialis Bidang Penyakit Kandungan dan Kebidanan di USU Medan. Ia hanya memerlukan waktu 2 tahun dari tahun 1975 sampai dengan 1977.

Pada pemilihan gubernur secara langsung pada tahun 2012, Zaini maju sebagai kandidat dan berhasil menjadi Gubernur Aceh periode 2012-2017. Ia terpilih dengan 56% suara, Zaini Abdullah adalah gubernur kedua yang dipilih langsung oleh para pemilih di Aceh sejak pemberian otonomi khusus kepada daerah tersebut oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2005.

Selama memimpin Aceh, Zaini Abdullah dikenal aktif mendorong implementasi perdamaian pascakonflik serta pembangunan di berbagai sektor. Kiprahnya menjadikan sosoknya sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam sejarah politik Aceh modern.

Kepergian Zaini Abdullah meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh.

Share
Related Articles
Reshuffle Kabinet Merah Putih: Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya
Berita

Reshuffle Kabinet Merah Putih: Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto secara resmi mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari...

Tim SAR Gabungan Sisir Selat Sunda Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau
Berita

Tim SAR Gabungan Sisir Selat Sunda Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau

PANDEGLANG — Tim SAR Gabungan menggelar penyisiran intensif terkait insiden jurnalis hilang...

Erupsi Gunung Api Indonesia: Anak Krakatau Picu Tutup Bandara
Berita

Empat Gunung Api Erupsi Hampir Bersamaan, Abu Anak Krakatau Paksa Bandara Tutup hingga Senin Pagi

Jakarta – Aktivitas vulkanik di Indonesia kembali meningkat. Empat gunung api mengalami...

TKS IT Bazla Aceh Utara Jalani Akreditasi Perdana, Tim BAN-PDM Lakukan Penilaian Langsung
Berita

TKS IT Bazla Aceh Utara Jalani Akreditasi Perdana, Tim BAN-PDM Lakukan Penilaian Langsung

Aceh Utara — Suasana khidmat menyelimuti kompleks Taman Kanak-Kanak Swasta Islam Terpadu (TKS...