Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM

Kenaikan harga BBM dapat menciptakan stagflasi, yaitu kenaikan inflasi yang tidak dibarengi dengan kesempatan kerja.

Ratusan mahasiswa Universitas IAIN Ar-raniry melakukan aksi demostrasi menentang kenaikan harga BBM hingga mencapai 30 persen di gedung DPRA Aceh, 05 September 2022. Mahasiswa menuntut pemerintah memberantas mafia MIGAS serta menurunkan tarif listrik.

Mahasiswa berpendapat bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi ini akan membuat masyarakat kurang mampu semakin menderita, dan pengguna mobil mewah terus menikmati BBM bersubsidi. Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM pertalite dan solar subsidi di waktu yang tidak tepat. Sebab, masyarakat belum siap menghadapi kenaikan harga pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter.

Kenaikan harga BBM dapat menciptakan stagflasi, yaitu kenaikan inflasi yang tidak dibarengi dengan kesempatan kerja. Dengan kata lain, pengangguran tinggi tetapi mayoritas harga barang melonjak. Kenaikan harga BBM akan mengerek ongkos transportasi pribadi, angkutan umum, hingga ongkos angkut bahan pangan dan barang lain.

Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID

Aksi protes terkain kenaikan BBM hingga 30 persen di Indonesia. Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID
Kenaikan BBM akan berimbas ke harga kebutuhan pokok. Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID
Mahasiswa IAIN Ar-Raniry melakukan konvoi dan aksi demostrasi terkait kenaikan BBM. Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID
Demostrasi terkait kenaikan BBM. Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID
Mahasiswa IAIN Ar-Raniry melakukan aksi demostrasi terkait kenaikan BBM. Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID

Tulisan Terkait

Bagikan Tulisan

Berita Terbaru

Newsletter

Subscribe to stay updated.