Riuh Rendah Membeli BBM

Terhitung sejak tanggal 17 Juli 2022, warga Banda Aceh mulai ramai mendatangi SPBU untuk mendaftarkan kendaraanya pada aplikasi daring pengisisan bahan bakar MyPertamina.

Antrian di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU), terutama di Kota Banda Aceh, sudah menjadi pemandangan biasa. Pemandangan suasana kosong dan penuh silih berganti bisa disaksikan.

Selain antri mengisi bahan bakar, kini antrian juga terjadi karena warga yang mulai melakukan registrasi kendaraan untuk dapat membeli bahan bakar minyak bersubsidi.

” Mau bagaimana lagi, hidup diatur pemerintah, jadi ya begini, walau ribet harus dilakukan,” nada pasrah dari Safrizal (54) warga Aceh Besar, menyahut sapa Digdata.

Bagi Safrizal, tak ada yang bisa dilakukan warga selain manut pada kebijakan pembatasan dan strategi pengisian BBM yang dia nilai, tak seimbang dengan kemampuan warga saat ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Khairu, warga Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Menurut Khairu, kenaikan harga BBM  dengan jeda waktu yang tak terlalu jauh, sangat memberatkan warga, apalagi ditengah krisis ekonomi yang dirasa, mulai dari datangnya pandemi covid-19, hingga saat ini dimana pandemi covid-19 belum berakhir, walau situasi sudah mulai melandai.

warga melakukan registrasi MyPertamina di SPBU Batoh, Banda Aceh. Poto : Fitri/Digdata.id

Khairu tidak menampik, bahwa kondisi perminyakan dunia sangat mempengaruhi kondisi dan harga minyak, khususnya BBM di tanah air. “Tapi kebijakannya terlalu mendadak, mulai dari naiknya harga yang tidak ada jeda, hingga pembatasan kuota dan kini, untuk membeli minyak harus ter-registrasi di aplikasi daring, yakni MyPertamina,” papar Khairu.

Khairu juga mengaminkan, bahwa penggunaan minyak dengan kandungan zat yang ramah lingkungan juga menjadi pertaruhan bagi pemerintah untuk bisa menjaga alam dan isinya.

Khairu juga mencemaskan, minimnya literasi warga akan telpon pintar dan aplikasi daring untuk mengisi bahan bakar akan menjadi momok tersendiri bagi warga untuk mendapatkan bahan bakar. “Belum lagi kondisi masyarakat yang berdomisili didaerah terpencil, miskin, dan juga bagi nelayan-nelayan kecil, yang nantinya akan kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar, untuk menunjang aktifitas mereka.

Sejak 17 Juli 2022, PT Pertamina sudah merilis kota terbaru yang wajib melakukan registrasi My Pertamina. Kota Banda Aceh adalah satu dari 50 kota yang tersebar di 27 provinsi di Indonesia, yang Masuk Dalam Daftar Daerah Wajib Menggunakan aplikasi daring Mypertamina untuk pembelian Solar dan Pertalite Bersubsidi.

Mulai Beralih ke BBM Ramah Lingkungan

Selain untuk mengurangi jumlah subsidi dari pemerintah yang kini mulai dirasa berat, strategi ini juga dilakukan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang tidak lagi menggunakan bahan bakar dengan komposisi RON (Research Octane Number) yang rendah.

Suardi Nur, Dosen Teknik Lingkungan Universitas Islam Negeri, Ar-Raniry, mengatakan secara ilmiah, memang bahan bakar dengan RON tinggi, akan memberi dampak baik kepada lingkungan. RON atau Research Octane Number menunjukkan perbandingan bahan kimia dalam BBM yaitu perbandingan iso-oktana dan n-heptana dalam skala 0 s/d 100.

Misalnya BBM dengan RON 90 itu artinya BBM tersebut mempunyai campuran 90% iso-oktana dan 10% n-heptana. Jadi dampak terhadap lingkungan adalah terlihat pada pada emisi gas buang yang dihasilkan.

Semakin tinggi nilai kandungan oktan maka emisi gas buang baik CO2 dan CO semakin rendah.

“ Untuk BBM dengan RON 88 (Premium)  itu emisinya sekitar 12%, RON 90 (pertalite) 11% dan RON 92 (pertamax) sekitar 10%. Tetapi angka ini tergantung kondisi pengujian seperti RPM mesin dan sebagainya,” Ujar Suardi Nur.

Pemberian subsidi bagi masyarakat, sebut Suardi Nur, arus dilakukan secara selektif oleh pemerintah. Sehingga masyarakat dengan penghasilan rendah tetap dapat menggunakan BBM dengan RON tinggi tapi dengan harga BBM yang RON nya lebih rendah.

“ Subsidi ini bisa melalui pemilahan jenis kendaraan bermotor. Misalnya untuk becak dan kendaraan roda 2 mendapat subsidi. Untuk kendaraan roda 4 untuk transportasi publik, mungkin bisa melalui aplikasi mypertamina atau stickering seperti yg pernah dilakukan sebelumnya,” jelas Suardi Nur.

5 SPBU di Banda Aceh Sediakan Booth Registrasi MyPertamina

Di Kota Banda Aceh, ada 5 stasiun SPBU yang sudah dilengkapi dengan booth pendaftaran aplikasi My Pertamina. Masing-masing, SPBU Simpang Jam Jalan Teuku Umar, SPBU Lamnyong Jalan Teuku Nyak Arief, SPBU Jalan Moh Hasan Batoh, SPBU Jalan TWK Banta Muda Kampung Mulia, dan SPBU Jalan Tengku Imum Lueng Bata Cot Mesjid.

Branch Manager Aceh PT Pertamina, Sony Indro Prabowo, mengatakan Sejauh ini PT Pertamina memang masih melakukan sosialisasi dan pemberlakukan aplikasi My Pertamina untuk proses registrasi bagi masyarakat secara bertahap.

“Memang ada lima SPBU di Banda Aceh yang sudah kita sediakan booth untuk pendaftaran, tujuannya agar nanti ketika aplikasi ini diberlakukan, maka warga tidak membludak melakukan pendaftaran, jadi dicicil sejak sekarang, dan ada waktu satu bulan sebelum aplikasi ini digunakanpada September nanti,” jelas Sony.

Indonesia Menuju Energi Bersih

Pemerintah melalui Kementerian ESDM sudah menghapus BBM jenis premium. Buktinya, pemerintah terus mendorong masyarakat untuk melakukan transisi penggunaan BBM dari premium ke pertalite.

“Kita memasuki masa transisi di mana premium RON 88 akan digantikan dengan pertalite RON 90, sebelum akhirnya kita akan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan,” kata Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Soerjaningsih dikutip dari Kantor Berita Antara

Pengalihan bahan bakar ini dimaksudkan agar Indonesia secara bertahap melakukan transisi ke energi bersih yang lebih ramah lingkungan.

Soerja mengatakan hingga saat ini hanya terdapat tujuh negara yang masih menggunakan bahan bakar dengan RON 88, tidak terkecuali Indonesia. Padahal, premium sudah banyak ditinggalkan masyarakat lantaran kualitasnya tidak lebih baik dibandingkan RON 90 atau lebih. ( Yan)

Penulis : Dara El-Achee, Fitri Juliana

Tulisan Terkait

Bagikan Tulisan

Berita Terbaru

Newsletter

Subscribe to stay updated.