PALEMBANG – Tragedi kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara, bermula pada Rabu (6/5) sekitar pukul 12.39 WIB saat bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan mengalami kemunculan percikan api dari bagian mesin di kawasan Simpang Danau.
Guna menghindari risiko kebakaran lebih besar, sopir bus berupaya mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan, namun di saat yang bersamaan sebuah truk tangki BBM dari arah berlawanan melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan hebat tidak terhindarkan.
Proses identifikasi terhadap korban kecelakaan bus ALS dan truk BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, terus menunjukkan perkembangan terbaru. Hingga Kamis (7/5/2026), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel bersama Mabes Polri telah berhasil mengidentifikasi 10 dari 16 korban yang meninggal dunia.
Melansir kumparanNEWS pada Kamis (7/5), sebanyak 16 kantong jenazah tiba di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang sekitar pukul 05.10 WIB.
Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan, AKBP dr. Andrianto, menyatakan bahwa seluruh jenazah ditempatkan di ruang pendingin karena kondisi luka bakar berat menjadi tantangan besar dalam proses identifikasi.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyebutkan total korban saat ini mencapai 20 orang. “Tercatat total korban sebanyak 20 orang, terdiri dari 16 orang meninggal dunia, 3 orang luka berat, dan 1 orang luka ringan,” ujar Nandang dalam keterangannya.
Daftar korban tewas yang telah teridentifikasi meliputi sopir truk Aryanto (49), sopir Bus ALS Alif (44), serta sejumlah penumpang lainnya termasuk satu keluarga yang terdiri dari Aldi Sulistiawan, istrinya Rani, dan anak mereka, Bela.
Sementara itu, enam jenazah lainnya masih menunggu hasil identifikasi mendalam oleh Tim DVI. Di sisi lain, empat korban selamat yang mengalami luka bakar serius tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit dan RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau.
Baca Juga: Iran Resmi Umumkan Presiden Raisi Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter
Salah satu korban selamat, Ngadiono (44), memberikan kesaksian memilukan mengenai detik-detik sebelum kecelakaan bus ALS dan truk BBM terjadi pada Rabu (6/5) siang tersebut.
Ngadiono mengaku sudah memiliki firasat buruk sejak awal karena melihat kondisi bus yang dinilainya tidak layak jalan, di mana radiator sempat kering dan oli berceceran.
“Saya dengar benturan keras, lalu tiba-tiba api langsung membesar. Dalam hitungan detik, bus sudah terbakar,” ungkap Ngadiono. Ia dan istrinya berhasil menyelamatkan diri melalui jendela bus tepat sebelum ledakan terjadi.
Kronologi peristiwa bermula pada Rabu (6/5) sekitar pukul 12.39 WIB di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya. Bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru tiba-tiba mengeluarkan percikan api dari bagian mesin.
Sopir bus berupaya mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko api, namun dari arah berlawanan sebuah truk tangki BBM melaju dengan kecepatan tinggi. Tabrakan hebat tidak terhindarkan, memicu kobaran api yang langsung menghanguskan kedua kendaraan di lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk tersebut.
Tragedi ini memicu keprihatinan mendalam dari Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi. Melansir kumparanNEWS pada Kamis (7/5), ia mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi nasional.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam tata kelola transportasi. Jangan sampai mobilitas tinggi dibayar dengan hilangnya nyawa rakyat,” tegas Abdul Hadi. Ia juga menekankan perlunya investigasi terkait kelayakan kendaraan dan pengawasan standar operasional perusahaan transportasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Saat ini, pihak kepolisian telah membuka posko pengaduan di RSUD Lubuklinggau dan RS Bhayangkara Palembang bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Masyarakat diminta membawa dokumen pendukung seperti KTP, rekam medis, atau data gigi untuk membantu proses pencocokan data korban. Arus lalu lintas di lokasi kejadian dilaporkan sudah kembali normal setelah proses olah TKP dan evakuasi bangkai kendaraan selesai dilakukan.





