Wapres Instruksikan 4 Hal, Saat Kukuhkan Pengurus KDEKS Aceh,

Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), Ma’ruf Amin, mengukuhkan pengurus Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Aceh. Pengukuhan itu akan berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meligoe Gubernur Aceh, Kamis (07/09/2023).

Dalam sambutannya,  Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yang juga merupakan Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS),mengatakan bahwa sudah lebih dari 22 propinsi di Indonesia sudah terbentuk KDEKS.

Pembentukan ikomite ini bertujuan agar sektor-sektor unggulan di daerah semakin tergali dan berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi wilayah, serta pada gilirannya sanggup menyangga ketahanan ekonomi nasional.

“Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia adalah ikhtiar membangun kem.ajuan Ekonomi Syariah yang sesuai tuntunan. Islam.

Sudah lebih dari 22 propinsi sudah terbentuk KDEKS di Indonesia, saat ini ekonomi di indonesia sudah ada  dual ekonomi sistem yakni syariah dan konvensionall. Pbangunan ekonomi syariah tidak terbatas pada perbankan, tapi juga produk halal, dana sosial syariah dan ,bisnis halal,” ujar wapres, Rabu,(7/9/2023).

2024 Indonesia menargetkan menjadi produsen produk halal didunia.

Wapres juga menekankan 4 hal kepada Pengurus KDEKS Aceh, yakni  segera harus merancang program ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan rakyat, memberantas kemiskinan dan mendorong pertumbuhan UMKM.

Mendorong investasi bisnis halal, dan tingkatkan ekspor.

Budayakan peningkatan kualitas dan inovasi pada berbagai sektor, diantaranya kuliner,fashion dan destinasi wisata ramah muslim.

Dikesempatan yang sama, Pj. Gubernur Aceh Achmad Marzuki menyampaikan komitmen penuh pemerintah Aceh sebagai provinsi yang menerapkan syariat Islam, menjalankan sektor ekonomi dan keuangan syariah sebagai landasan utama fokus pembangunan pemerintah Aceh.

“Pemerintah dan rakyat Aceh memiliki harapan bahwa ke depan, Aceh dapat semakin sejahtera dengan mengoptimalkan dan memberdayakan institusi keuangan syariah, mengoptimalkan institusi Baitul Mal, meningkatkan pemberdayaan wakaf, infak, zakat, dan sedekah,” jelas Achmad. (Yan)

Tulisan Terkait

Bagikan Tulisan

Berita Terbaru

Newsletter

Subscribe to stay updated.