Home Berita Yagi Forest Wakili Aceh di ASEAN Pavilion MIHAS 2025 Malaysia
BeritaNews

Yagi Forest Wakili Aceh di ASEAN Pavilion MIHAS 2025 Malaysia

Share
Yagi Forest Skincare terpilih mewakili Indonesia di ASEAN Pavilion pada ajang Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2025. Poto : HO| Yagi
Share

Brand skincare asal Aceh, Yagi Forest Skincare terpilih mewakili Indonesia di ASEAN Pavilion pada ajang Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2025 yang berlangsung 17-20 September 2025 di Malaysia International Trade & Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur.

MIHAS merupakan pameran halal terbesar dunia yang tahun ini mengusung tema Pinnacle of Halal Excellence, menghadirkan lebih dari 2.300 exhibitor dari 45 negara dengan target 45.000 pengunjung.

Tahun ini, ASEAN Pavilion diprakarsai oleh ASEAN-Japan Center, melibatkan pelaku usaha dari berbagai negara ASEAN, diantaranya Kamboja, Thailand, Laos, Filipina, Myanmar, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Indonesia.

Dari Indonesia, terdapat tiga brand yang berpartisipasi melalui ASEAN Pavilion, masing-masing dari Bandung, Jakarta, dan Aceh. Untuk Aceh diwakili oleh Yagi Forest Skincare, brand perawatan tubuh berbasis bahan alami hutan yang ramah lingkungan dan diformulasikan khusus untuk kulit sensitif, termasuk penderita eksim.

“Kami bersyukur bisa menjadi bagian dari ASEAN-Japan Center Pavilion di MIHAS Kuala Lumpur 2025. Di sini kami dapat bertemu dengan pelaku usaha dari negara-negara ASEAN lain dengan kemungkinan kolaborasi ke depan,” ujar Farhaniza, Founder Yagi Forest Skincare, melalui keterangan tertulisnya.

 Farhaniza berharap melalui MIHAS 2025, mereka bisa bertemu calon pembeli dan mitra untuk memperluas tujuan dan dampak Yagi Forest dalam menyediakan personal care alami, halal, dan berkinerja tinggi untuk kulit, terutama kulit sensitif.

Partisipasi Yagi Forest di MIHAS 2025 juga mendapat apresiasi baik dari Sekretaris Jenderal ASEAN-Japan Center, Dr. Kunihiko Hirabayashi (Dr. Chris),  yang berkunjung langsung ke booth Yagi Forest.

Ia menilai produk Yagi Forest memiliki potensi ekspor yang sangat besar dan mampu bersaing di pasar global. Selain itu, Yagi juga di apresiasi dengan baik oleh Kedubes Indonesia – Malaysia, Hermano, serta Kedubes Kamboja H. E. Mr. OUK Chandara dan Maria Angela Ponce, Kedubes Filipina.

Yagi Forest dikenal dengan rangkaian produk berbahan alami khas Aceh seperti minyak nilam, kopi Gayo, kelapa, dan bunga champaca. Seluruh produk diformulasikan tanpa bahan kimia berbahaya, aman untuk kulit sensitif, serta telah tersertifikasi BPOM, halal, dan ecosert.

Kehadiran Yagi Forest di MIHAS 2025 bukan hanya langkah memperkenalkan produk Aceh ke panggung internasional, tetapi juga membawa misi keberlanjutan, menghadirkan produk halal yang tidak hanya aman untuk konsumen, tetapi juga peduli pada kelestarian lingkungan.

Share
Related Articles
BeritaHeadline

Transisi Energi Tak Cukup Bersih, Masyarakat Harus Menjadi Penerima Manfaat Sejak Awal

Transisi energi sering dipromosikan sebagai jalan keluar dari krisis iklim. Pembangkit listrik...

BeritaHeadlineHutan Aceh

Tujuh Kali Diubah, UU Kehutanan Dinilai Belum Mengakui Hak Masyarakat atas Hutan

Lebih dari dua dekade setelah Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan...

Foto Ilustrasi
BeritaHeadline

Sekolah Rakyat dan Babak Baru Perebutan Tanah Warga Rempang

Pagi itu, ketenangan warga Kampung Pantai Melayu, Pulau Rempang, kembali terusik. Sekitar...

MPLS Ramah TKS IT BAZLA Diikuti 110 Siswa Baru di Aceh Utara
Berita

110 Siswa Baru TKS IT BAZLA Ikuti MPLS Ramah, Diawali Prosesi Peusijuek di Aceh Utara

LHOKSUKON – Sebanyak 110 siswa baru TKS IT BAZLA di Gampong Rayeuk...