Yagi Forest Skincare Brand Local asal Aceh melangkah ke panggung Asia Tenggara. Brand perawatan tubuh berbahan alami ini berhasil meraih Juara 1 pada ajang ASEAN Social Enterprise Development Program (ASEAN SEDP) 2025, mengungguli puluhan wirausaha sosial dari berbagai negara di kawasan. Prestasi ini menempatkan Yagi Forest sebagai satu dari sembilan pemenang terpilih.
ASEAN SEDP adalah program yang diinisiasi oleh ASEAN Foundation dan The Asia Foundation untuk mendukung tumbuhnya wirausaha sosial di Asia Tenggara. Melalui pelatihan, pendampingan, dan akses pendanaan, program ini mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menciptakan perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Farhaniza, founder Yagi Forest, mengatakan kemenangan ini bukan hanya pencapaian, tetapi juga validasi bahwa visi yang dipegang sejak awal, menghadirkan produk perawatan tubuh yang aman, alami, dan ramah lingkungan telah membawa dampak nyata.
“Kami percaya bisnis dapat menjadi sarana untuk merawat bumi. Sejak awal, Yagi Forest menggunakan bahan-bahan alami seperti minyak nilam, kopi, dan kelapa, dengan proses yang meminimalkan limbah dan mengutamakan keberlanjutan. Dukungan dari ASEAN SEDP ini akan membantu kami memperluas jangkauan, sehingga manfaat yang kami bawa dapat dirasakan lebih banyak orang, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Farhaniza, dalam keterangannya kepada Digdata.id, Senin (18/08/2025)
Dikenal sebagai brand personal care yang aman untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif, eksim, dan psoriasis, Yagi Forest memformulasikan setiap produknya tanpa bahan kimia berbahaya, serta telah tersertifikasi BPOM, HALAL dan Ecocert. Lebih dari sekadar menghadirkan perawatan, Yagi Forest mengajak masyarakat untuk kembali terhubung dengan kebaikan alam, sambil mengedukasi pentingnya gaya hidup berkelanjutan.
Kemenangan di ASEAN SEDP 2025 menjadi pijakan penting bagi Yagi Forest untuk terus berkembang, membuka peluang kolaborasi internasional, dan mewujudkan misi membawa kebaikan dari alam Indonesia ke lebih banyak rumah di seluruh dunia dengan tetap menjaga harmoni antara manusia dan lingkungan. (Yan)





