Pasca banjir bandang dan longsor wilayah kemukiman Jamat Kecamatan Linge Aceh Tengah hingga saat ini masih terisolir, warga harus menggunakan jembatan darurat dari tali untuk bisa keluar dari desa mencari logistik kebutuhan hidup masyarakat.
Ketua pemuda desa Linge, Namtara mengatakan kampung mereka saat ini tidak ada jembatan penghubung ke desa lainnya hanyut disapu banjir bandang pada 26 November lalu.
Jembatan kala Ili merupakan satu-satunya jembatan penghubung liam desa di Kecamatan Linge menuju ibukota kabupaten Aceh Tengah (Takengon). Jembatan tersebut patah di hantam gelondongan kayu besar yang disapu banjir. Besi jembatan hanyut, pondasi tengah terbongkar juga sisi sayap jembatan tergerus air.

Empat hari pasca banjir, perangkat desa dan masyarakat kampung Linge berinisiatif secara gotong royong membuat jembatan darurat untuk di lewati, menggunakan tali seling seadanya.
“fasilitas ini sangat membantu masyarakat yang ingin melintas untuk menjenguk keluarga yang terkena musibah banjir bandang di desa lainnya. dan juga sebagai akses untuk membawa bantuan logistik ke desa kute reje, delung sekinel, jamat, reje payung dan Linge, cerita Namtara.
Namtara berharap kepada pemerintah Aceh dan pusat untuk bisa segera membantu mereka khususnya jembatan darurat agar bantuan obat-obatan juga logistik bisa sampai ke korban dan terlepas dari keterisoliran akibat bencana banjir bandang.









