Gubernur Aceh Muzakir Manaf melepas 393 jamaah haji asal Banda Aceh dan Aceh Besar yang tergabung dalam kloter satu di aula Jedah asrama haji embarkasih Aceh.
Dalam arahannya, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyampaikan sejumlah pesan penting kepada jemaah haji Aceh kloter pertama tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Ia mengingatkan para jemaah untuk menjaga sikap, fokus beribadah, serta waspada terhadap lingkungan selama berada di Tanah Suci.
“Sehat mandum, doa ka jeut mandum? Saya sarankan sebagai pengalaman, di sana orang ramai dan bukan hanya orang Aceh, tapi dari seluruh dunia dengan berbagai latar belakang,” kata Mualem saat prosesi pelepasan keberangkatan di Embarkasi Haji Aceh, Banda Aceh, Selasa, 5 Mei 2026.
Selain itu, Mualem juga menekankan pentingnya menjaga perilaku selama menjalankan ibadah haji. Ia mengingatkan tentang pentingnya membersihkan hati dari sifat hasad,dengki, dendam dan kesombongan sebelum berangkat ke tanah suci mekah, serta tidak mudah menilai orang lain dari penampilan atau kondisi fisiknya.
Menurutnya, perbedaan budaya dan kebiasaan merupakan hal yang wajar mengingat ibadah haji diikuti umat Islam dari berbagai negara.

Selain itu, Mualem juga menyoroti pentingnya menjaga barang berharga selama berada di Tanah Suci. Ia menyarankan agar jemaah tidak membawa perhiasan secara berlebihan dan lebih berhati-hati dalam menyimpan barang pribadi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Pesan tegas juga ia sampakan kepada para petugas haji agar tidak lengah dalam mendampingi jamaah, mengingat sebagian jamaah merupaan kelompok lansia dan rentan. dan meminta agar petugas tidak hanya fokus pada tugas administratif, tetapi juga memastikan kenyamanan serta keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah.
Lebih lanjut, Mualem mengimbau seluruh jemaah untuk tetap menjaga lingkungan dan mengingat tujuan utama keberangkatan ke Tanah Suci, yakni beribadah dengan khusyuk. Ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat serta memperoleh predikat haji mabrur.
“Semoga Allah menerima ibadah kita semua, dan bapak ibu pulang seperti bayi yang baru lahir kembali, tanpa dosa, mabrur, selamat pergi dan selamat pulang,” ujarnya.
Prosesi pelepasan kloter perdana Embarkasi Aceh ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih, pembunyian mikrofon sebagai tanda keberangkatan, serta penyerahan Bungong Jaroe secara simbolis kepada perwakilan Jemaah.





