Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem mengingatkan para calon jemaah haji untuk fokus menjalankan ibadah selama berada di Tanah Suci dan tidak terpengaruh oleh kondisi sekitar yang beragam.
Pesan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada pelepasan kloter pertama jemaah haji di Aula Jeddah, Asrama Haji Banda Aceh, Selasa (5/5/2026).
“Orang yang datang ke sana sangat ramai, bukan hanya orang Aceh, tetapi dari seluruh dunia dengan berbagai macam karakter,” kata Mualem.
Mualem meminta, para calon jemaah haji Aceh untuk menghilangkan sifat iri dan dengki agar dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan memperoleh haji mabrur.
Selain itu, Menurut Mualem kondisi di tanah suci yang padat dengan jutaan orang dari berbagai negara merupakan bagian dari ujian selama berhaji.
“Jangan pikirkan orang lain bagaimana bentuknya atau kebiasaan yang berbeda. Fokus saja pada ibadah masing-masing,” ujarnya.
Selain itu, Mualem juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan barang bawaan, terutama barang berharga selama berada di Arab Saudi.
Mualem menyarankan para calon jemaah haji untuk tidak membawa terlalu banyak perhiasan atau emas guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kalau ada barang berharga, simpan baik-baik. Jangan membawa terlalu banyak emas,” katanya.
Kepada petugas haji, Mualem meminta agar mengutamakan pelayanan kepada jemaah dan memastikan seluruh peserta ibadah tetap terarah selama menjalankan rangkaian haji.
“Petugas harus menjaga jemaah, jangan sampai ada yang kebingungan. Fokus membantu jemaah,” ujarnya.
Mualem berharap seluruh para calon jemaah haji Aceh dapat menjalankan ibadah dengan lancar, memperoleh haji mabrur, serta kembali ke Tanah Air dengan selamat.
“Semoga Allah menerima ibadah kita semua dan bapak ibu pulang dalam keadaan selamat serta menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya.





