BEKASI – Tabrakan hebat terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL Commuter Line di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. Insiden ini menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 84 lainnya hingga Selasa pagi.
Peristiwa berlangsung sekitar pukul 20.52–20.59 WIB di KM 28+920, Daerah Operasi 1 Jakarta. Tabrakan cukup keras hingga lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menembus gerbong belakang KRL, terutama gerbong khusus penumpang wanita yang ringsek parah dan keluar dari rel.
Kronologi bermula dari sebuah taksi Green SM yang tertabrak KRL di perlintasan sebidang JPL 85 dekat Bulak Kapal. Akibatnya, KRL jurusan Cikarang–Jakarta mengalami gangguan dan berhenti mendadak di area stasiun. KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi yang melaju di belakang tidak sempat berhenti, sehingga menabrak bagian belakang KRL.
Dikutip dari detik.com, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan kronologi awal tersebut. Menurutnya, insiden taksi di JPL 85 diduga mengganggu sistem perkeretaapian di emplasemen Stasiun Bekasi Timur.
“Jam 9 kurang dimulai dengan adanya temperan taksi hijau ya itu di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu,” ujar Bobby Rasyidin.
Proses evakuasi berjalan hingga pagi hari. Petugas harus memotong gerbong KRL untuk menjangkau korban yang terjepit. Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek, sekitar 240 orang, dilaporkan selamat dan dievakuasi kembali ke Stasiun Gambir.
Hingga pukul 08.45 WIB Selasa (28/4/2026), VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut korban meninggal dunia mencapai 14 orang, mayoritas penumpang KRL. Sementara korban luka sekitar 84 orang dirawat di berbagai rumah sakit di Bekasi, antara lain RSUD Kota Bekasi dan rumah sakit swasta lainnya.
Data korban masih dapat bertambah seiring proses identifikasi dan evakuasi yang terus berlangsung.
Investigasi resmi sedang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Dugaan sementara mengarah pada gangguan operasional dan persinyalan akibat insiden taksi di perlintasan. PT KAI menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada keluarga korban dan fokus pada penanganan medis serta pemulihan jalur.
Kecelakaan kereta Bekasi Timur ini sempat mengganggu lalu lintas kereta di jalur padat Daop 1 Jakarta.
(Artikel ini disusun berdasarkan laporan dari detik.com, kompas.com, dan sumber resmi PT KAI per 28 April 2026. Data korban bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai update resmi.)










Leave a comment