Berita

78 Telur Penyu Sisik di Ie Meulee, Sabang Berhasil Menetas

Share
memisahkan tukik penyu sisik yang telah berhasil menetas sebanyak 78 ekor untuk ditempatkan ketempat penampungan sementara sebelum dilepas ke laut. Foto : Dok.KOMPAK Konservasi Bahari Sabang.
Share

Kelompok Masyarakat KOMPAK Konservasi Bahari berhasil menyelamatkan dan menetaskan telur penyu sisik (Eretmochelys imbricata) sebagai bagian dari upaya konservasi satwa laut dilindungi di Kota Sabang.

Kegiatan ini dilakukan setelah ditemukannya sarang penyu sisik di pesisir pantai Gampong Ie Meulee, Jurong Keuramat, pada 12 November 2025.

Dari 98 butir telur yang berhasil diselamatkan, 78 telur berhasil menetas, 15 telur mengalami kerusakan atau gagal menetas, dan 5 telur belum menetas hingga masa pemantauan berlangsung. Hingga 20 Januari 2026, sebagian besar telur telah berhasil menetas dengan kondisi tukik yang sehat. Keberhasilan ini menjadi indikator positif atas upaya perlindungan sarang penyu berbasis masyarakat.

Penyelamatan dilakukan oleh KOMPAK Konservasi Bahari sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian penyu sisik yang berstatus terancam punah.

sedang dilakukan pemilahan tukik penyu sisik yang berhasil menetas di Ie Meule Kota Sabang. Foto; Dok.KOMPAK Konservasi Bahari Sabang.

Proses evakuasi telur dilakukan secara hati-hati untuk menghindari risiko kerusakan akibat predator, aktivitas manusia, dan faktor lingkungan. Telur-telur tersebut kemudian dipindahkan ke lokasi penetasan semi-alami yang telah disiapkan dan dikelola oleh kelompok konservasi.

Pemantauan dilakukan secara rutin untuk menjaga suhu, kelembapan, dan keamanan sarang. Seluruh proses dicatat dan didokumentasikan sebagai bagian dari laporan kegiatan konservasi.

Kegiatan ini dilakukan mengapa penyu sisik merupakan spesies dilindungi yang populasinya terus menurun akibat perburuan, degradasi habitat, dan tekanan aktivitas manusia di wilayah pesisir. Upaya penyelamatan telur menjadi langkah strategis untuk meningkatkan peluang hidup penyu sejak fase awal kehidupannya.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir akan pentingnya menjaga ekosistem pantai. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan konservasi jangka panjang. Dengan pendekatan berbasis komunitas, perlindungan penyu diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, KOMPAK Konservasi Bahari berharap keberhasilan penetasan dapat mendorong dukungan yang lebih luas terhadap upaya konservasi penyu di Kota Sabang.

Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh praktik baik kolaborasi masyarakat dalam menjaga keanekaragaman hayati laut. KOMPAK menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perlindungan penyu dan habitatnya di wilayah pesisir. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan. Upaya ini diharapkan berkontribusi nyata terhadap pelestarian penyu sisik dan ekosistem laut secara keseluruhan.

Muhammad Habibi, ketua kelompok kompak menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan mandiri kelompok yang di dampingi oleh penyuluh perikanan bantu kota sabang sebagai bagian kolaborasi penyelamatan penyu di kota sabang

Share
Related Articles
**Ancaman Kerusakan Permanen Kriosfer Jika Suhu Lewati 1,5C**
Berita

Para Ilmuwan PBB Peringatkan Kerusakan Permanen Kriosfer Jika Suhu Bumi Lewati Batas 1,5°C

DIGDATA.ID – Laporan terbaru yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa kawasan...

BeritaHeadline

Besok Kapolri Tinjau Langsung Pabrik Sabu di Pidie.

Kapolri Jendral Polisi Suyudi Ario Seto, dijadwalkan akan berkunjung ke kabupaten Pidie...

BeritaHeadline

Empat WNA Diamankan Saat Penggerebekan Pabrik Sabu Di Beurenun Pidie

Sejumlah personil kepolisian hingga sore ini masih berjaga-jaga di depan rumah toko...

Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla
Berita

Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla

SAMARINDA – Kabut asap Samarinda akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa...