Ahli dari UNS Ungkap Alasan di Balik Populernya Permainan Latto-latto

Permainan tradisional “latto-latto” menjadi fenomena dan begitu populer di kalangan masyarakat di Indonesia.

Mainan berbentuk dua bola dengan seutas tali ini digemari oleh segala usia, dari tua, muda, anak-anak, sampai bahkan dewasa.

Unggahan warganet mengenai permainan latto-latto ini viral dan menjamur di berbagai media sosial. Lalu, mengapa permainan latto-latto ini bisa begitu ramai dan populer? Dosen sosiologi dan psikolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mencoba menjelaskan, alasan di balik fenomena populernya permainan latto-latto.

Kerinduan bermain bersama

Dosen sosiologi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Sri Hilmi Pujiharti menjelaskan, fenomena populernya permainan latto-latto. Salah satu alasannya adalah karena orang-orang ingin bertatap muka dengan orang lain atau bermain bersama.

Kepada Kompas.com, Hilmi menyebutkan, hal itu dirindukan oleh sebagian orang, terlebih ketika pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia. “Karena orang Indonesia suka dengan tatap muka atau face to face setelah diterpa pandemic, makanya permainan yang menumbuhkan keinginan untuk tatap muka, termasuk latto-latto yang memungkinkan orang untuk tatap muka, sehingga banyak diminati orang,” sebut Hilmi.

Adanya interaksi sosial

Sementara itu, psikolog dari UNS, Hening Widyastuti mengatakan, ada sisi positif dan negatif psikologi dari permainan latto-latto.

“Positifnya jelas kaitannya dengan syaraf motorik, karena dia bergerak, harus ada kelihaian posisi, ada jam terbang saat memainkan itu bersama teman yang lain, ada kaitannya dengan saraf motorik, dan konsentrasi,” ujar Hening.

Selain itu, dalam permainan latto-latto juga ada peran kognitif bagi pemain, karena pemain harus berpikir dan konsentrasi. Hal lain yang membuat permainan latto-latto begitu populer adalah adanya interaksi sosial.

“Ada interaksi sosial dengan teman-teman yang lain, jadi tidak ada sekadar duduk dengan gadget saja, dan bengong,” lanjut dia.

Sisi positif lain dari permainan latto-latto adalah potensi kemunculan sikap kompetitif. Hening mengatakan, sikap ini baik karena memicu pemainnya agar dia berjuang sampai bisa memenangkan momen itu. “Jadi menggugah rasa si pemainnya, entah anak, remaja, atau orang dewasa,” sambung dia. latto-latto jadi sarana “healing” sederhana Tak hanya itu, permainan latto-latto juga disebut suatu bentuk healing dengan cara sederhana. Artinya, permainan itu sanggup untuk membuat seseorang tertawa, merasakan senang, dengan harga yang murah. “Itu juga suatu bentuk healing, dengan cara sederhana, tapi sanggup untuk membuat tertawa dengan harga yang murah,” ujar Hening. Di sisi lain, permainan latto-latto memiliki sisi negatif, yakni menimbulkan kebisingan. “Sisi negatifnya, karena memang menimbulkan suara bising otomatis itu mungkin akan menggangu yang lain, orang lain bisa keganggu,” ucap Hening. []

Tulisan Terkait

Bagikan Tulisan

Berita Terbaru

Newsletter

Subscribe to stay updated.