Kasus PMK di Aceh Selatan Mendekati Seribuan

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terjangkit hewan ternak di Aceh Selatan sudah mendekati angka seribuan. Kendati pemerintah setempat menyebutkan, angka kesembuhan juga menunjukkan angka yang baik setelah diberikan vaksinasi dan pengobatan.

Laporan  Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Selatan, per 19 Juli 2022 hewan ternak yang terjangkit PMK sebanyak 952 ekor, terdiri dari sapi 433 ekor, kerbau 517 ekor dan kambing 2 ekor. Tingkat kesembuhannya selama periode itu mencapai 47 persen.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Aceh Selatan, drh Sumaidi Hasyim menyebutkan, kasus konfirmasi PMK terjadi peningkatan, meskipun tingkat kesembuhan juga mengalami tren yang membaik.

Kata drh Sumaidi Hasyim, saat ini hewan ternak yang masih positif PMK 490 ekor, 450 ekor dinyatakan sembuh, 10 ekor mati dan dua ekor dilakukan pemotongan paksa.

“Tingkat kesembuhan juga mengalami peningkatan, yakni mencapai 47 persen angka kesembuhan,” kata drh Sumaidi Hasyim setelah  rapat Pembentukan Satgas PMK Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (20/07/2022).

Untuk mencegah penularan semakin massif, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan telah membentuk Satgas PMK untuk penanggulangannya wabah tersebut. Saat ini Aceh Selatan sudah mendapatkan bantuan seribu dosis vaksin dari Dinas Peternakan Provinsi Aceh. Mereka nantinya akan bertugas melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak yang di daerah pengasil pala tersebut.

Sementara itu Staf Tenaga Teknis Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Aceh, drh Mailizar mengatakan, pihaknya hanya melakukan pendistribusian vaksin PMK ke seluruh kabupaten/kota di Aceh. Untuk Aceh Selatan sendiri, katanya, ini merupakan vaksin tahap kedua setelah sebelumnya sudah diserahkan sebanyak 400 dosis.

“Kami dalam kegiatan ini melakukan pendistribusian vaksin PMK sebanyak 1.000 dosis untuk Aceh Selatan. Ini merupakan tahap kedua setelah sebelumnya sudah diserahkan sebanyak 400 dosis,” ungkapnya.

Sedangkan Sekretatis Daerah (Sekda) Aceh Selatan Cut Syazalisma menyebutkan, pihaknya akan bekerja keras untuk menanggulangi wabah ini. Termasuk setiap ada gejala yang terjangkit pada hewan ternak segera ditanggulangi.

“Beberapa hal laporan dari lapangan ada gejala–gejala yang menjadi masalah nasional hari ini, kami dari pemerintah daerah harus betul–betul melihat secara riil di daerah. Karenanya, kami akan melaksanakan sesuai instruksi dan mengerahkan kemampuan yang ada,” tutup Cut Syazalisma.[acl]

Tulisan Terkait

Bagikan Tulisan

spot_img

Latest articles

Newsletter

Subscribe to stay updated.