Home Berita Pelestarian Mangrove, Simbiosis Mutualisme Alam Dan Manusia
BeritaFotoHeadline

Pelestarian Mangrove, Simbiosis Mutualisme Alam Dan Manusia

Share
Secara ekonomi, kondisi hutan magrove yang asri ini telah membantu nelayan lokal untuk mencari penghidupan sebagai timbal balik dari simbiosis mutualisme alam dan manusia. Foto: Mutaqin/digdata.id
Share

Sayeung-Gampong Baroe merupakan sebuah desa yang terletak di bibir pantai, Kecamatan Setia Bakti Aceh Jaya. Desa ini dianugerahi dengan hutan mangrove yang membentang luas kurang lebih sekitar 500 hektar.

Labirin hijau ini tumbuh di atas perairan yang tenang dan mengalir melalui sistem sungai yang rumit dan akhirnya bermuara ke laut yang luas. Kawasan mangrove tersebut memainkan peran penting dalam melindungi pesisir dan nelayan sekitar serta menjadi lahan hidup biota sungai.

Kondisi ini tak lepas dari usaha seorang pegiat lingkungan yang konsern terhadap masalah mangrove. Namanya adalah Abdul Hadi. Abdul hadi menyadari bahwa betapa pentingnya melestarikan hutan mangrove untuk lingkungan hidup.

Aceh Jaya Mangrove Institute (AMI), mendukung setiap kegiatan penanaman mangrove dengan menyumbang bibit secara gratis. Foto: Mutaqin/digdata.id

Abdul Hadi telah cukup lama bergelut dalam bidang konservasi mangrove. Dengan keseriusan dan tekad yang kuat, ia berhasil mendirikan sebuah ekowisata mangrove di daerahnya Sayeung dan mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) pada tahun 2020.

Merawat bibit mangrove sebagai bagian dari upaya konservasi. Foto: Mutaqin/digdata.id

Pada tahun 2021 Abdul Hadi mendirikan sebuah yayasan yang bernama Aceh Jaya Mangrove Institute (AMI), pedirian yayasan tersebut mendapatkan dukungan dari Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL). Terbentuknya yayasan ini dapat memberikan edukasi tentang bagaimana peran mangrove untuk pesisir pantai serta seberapa pentingnya hutan mangrove untuk perikanan lokal.

Sebagai seorang yang telah lama bekerja, ia memprioritaskan dan memanfaatkan hutan mangrove dan ekosistemnya dengan melibatkan masyarakat sebagai kemudi misi. Dia telah menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam memimpin konservasi mangrove.

Aceh Jaya Mangrove Institute (AMI), mendukung setiap kegiatan penanaman mangrove di seluruh aceh jaya dengan menyumbang bibit secara gratis, dan terus melakukan penanaman di sepanjang tahun.

Secara ekonomi, kondisi hutan magrove yang asri ini telah membantu nelayan lokal untuk mencari penghidupan sebagai timbal balik dari simbiosis mutualisme alam dan manusia.

Dari hutan mangrove, nelayan bisa mendapat hasil tangkapan berupa ikan, udang maupun kepiting yang nantinya bisa di jual ke pasar.

Adi, seorang nelayan lokal memperlihatkan hasil mencari kepiting di kawasan hutan mangrove. Foto: Mutaqin/digdata.id

Para nelayan menerima begitu banyak manfaat dari keberadaan hutan mangrove yang terjaga ini. Selain menjadi penghasil karbon yang menjaga kelestarian alam, tumbuhan ini juga sebagai sumber penghidupan bagi komunitas nelayan setempat.

Hutan mangrove menyediakan pembibitan bagi sebagian spesies ikan, udang dan kepiting mereka mengandalkan ekosistem mangrove untuk berkembang biak. Oleh karena itu siklus hara mangrove memainkan peran penting dalam meningkatkan ekonomi nelayan setempat

Foto dan Teks: Mutaqin

Mutaqin adalah mahasiswa Muharram Jounalism College (MJC), AJI Banda Aceh yang saat ini magang di media digdata.id

Terbentuknya yayasan ini dapat memberikan edukasi tentang bagaimana peran mangrove untuk pesisir pantai serta seberapa pentingnya hutan mangrove untuk perikanan lokal. Foto: Mutaqin/digdata.id
Abdul Hadi sedang menyirami bibit mangrove yang siap untuk ditanam. Foto: Mutaqin/digdata.id
Bibit mangrove siap ditanam di hutan mangrove. Foto: Mutaqin/digdata.id
Bibit mangrove yang siap untuk ditanam. Foto: Mutaqin/digdata.id
Dari hutan mangrove, nelayan bisa mendapat hasil tangkapan berupa ikan, udang maupun kepiting yang nantinya bisa di jual ke pasar. Foto: Mutaqin/digdata.id
Nelayan sedang mencari ikan di kawasan hutan mangrove. Foto: Mutaqin/digdata.id
Share
Related Articles
BeritaHeadline

Transisi Energi Tak Cukup Bersih, Masyarakat Harus Menjadi Penerima Manfaat Sejak Awal

Transisi energi sering dipromosikan sebagai jalan keluar dari krisis iklim. Pembangkit listrik...

BeritaHeadlineHutan Aceh

Tujuh Kali Diubah, UU Kehutanan Dinilai Belum Mengakui Hak Masyarakat atas Hutan

Lebih dari dua dekade setelah Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan...

Foto Ilustrasi
BeritaHeadline

Sekolah Rakyat dan Babak Baru Perebutan Tanah Warga Rempang

Pagi itu, ketenangan warga Kampung Pantai Melayu, Pulau Rempang, kembali terusik. Sekitar...

MPLS Ramah TKS IT BAZLA Diikuti 110 Siswa Baru di Aceh Utara
Berita

110 Siswa Baru TKS IT BAZLA Ikuti MPLS Ramah, Diawali Prosesi Peusijuek di Aceh Utara

LHOKSUKON – Sebanyak 110 siswa baru TKS IT BAZLA di Gampong Rayeuk...