Penjualan Mobil Baru Cetak Rekor Saat Pandemi

Penjualan mobil baru di Indonesia pada Maret 2022 mencetak rekor baru sebagai yang tertinggi sejak pandemi Covid-19. Penjualannya berhasil menembus capaian tertinggi dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Selama 2020-2021 kondisi penjualan kenderaan bermotor sempat melesu di Indonesia, karena terdampak dari pandemi Covid-19. Bahkan dampak dari wabah yang melanda global ini juga ikut dirasakan di berbagai sektor lainnya.

Untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional di bidang otomotif. Salah satu upayanya melalui pemberian insentif fiskal berupa penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor.

Kementerian Perindustrian mencatat, hingga saat ini potensi sektor otomotif didukung sebanyak 21 perusahaan, dengan total kapasitas mencapai 2,35 juta unit per tahun dan serapan tenaga kerja langsungnya sebanyak 38 ribu orang. Selain itu, lebih dari 1,5 juta orang turut bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut.

Sejak 1 Maret 2021, pemerintah menerapkan kebijakan PPnBM DTP terhadap pembelian mobil baru. Program ini dimulai untuk mobil penumpang 1.500cc dengan kandungan lokal tertentu. Skemanya, per tiga bulan diberlakukan perubahan potongan pajak, yakni Maret-Mei diskon 100 persen, Juli-Agustus 50 persen, dan Oktober-Desember 25 persen.

Seiring perkembangan implementasi kebijakan tersebut, kinerja industri otomotif dan penjualan mobil di tanah air menunjukkan tren yang positif.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat pada Maret 2022 ada 98.524 unit terjual whole sales pada Maret 2022. Jumlah ini bertambah sekitar 17 ribu atau naik 21,3 persen dari Februari.

Sementara angka penjualan retail sales juga melejit sampai 89.811 unit atau melonjak 28,3 persen dari Februari. Hasil ini merupakan yang tertinggi kedua semasa pandemi, di bawah 101.468 unit pada Desember 2021. Penjualan whole sale dan retail tersebut menyamai pada kondisi normal, sebelum pandemi.

Ketua Umum GAIKINDO Yohannes Nangoi menyebutkan, meningkatnya penjualan kendaraan bermotor menjadi salah satu indikator perekonomian Indonesia sudah mulai membaik.

Dia juga menyebutkan, mulai bergeliatnya industri otomotif di Indonesia tidak terlepas adanya relaksasi PPnBM DTP yang telah berhasil membangun gairah pasar dan mendorong tingginya permintaan.

Kebijakan tersebut juga menggerakkan kembali UKM industri pendukung otomotif. Sehingga secara keseluruhan kebijakan relaksasi PPnBM DTP telah mampu menggerakaan ekosistem seluruh lini industri otomotif Indonesia, dan membangkitkan kembali industri otomotif yang menjadi salah satu sektor andalan dengan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional.

Tercatat kenaikan signifikan setelah berlakunya kebijakan PPnBM DTP. Pada tahun 2021 tercatat kenaikan penjualan domestik sebesar 68 persen. Dan dengan hasil penjualan pada bulan Maret 2022, pencapaian Kuartal pertama tahun 2022 yang mencapai 263.810 unit juga kembali mencatatkan kenaikan sebesar 41,1 persen dibanding periode yang sama ditahun sebelumnya.

“Hasil penjualan mobil pada bulan Maret 2022 berhasil mencapai lebih dari 98 ribu unit, yang berhasil menyamai angka pencapaian pada kondisi normal, adalah buah dari dukungan dan arahan yang diberikan Pemerintah,” katanya.

Hasil penjualan mobil pada bulan Maret lalu tak lepas dari dorongan yang diberikan oleh penyelenggaraan pameran otomotif terbaru dari GAIKINDO yang fokus untuk mendorong penjualan, Jakarta Auto Week(JAW) yang berlangsung pada 12-21 Maret 2022 lalu.

“Penyelenggaraan perdana JAW selama sembilan hari telah mencatat pencapaian transaksi yang sangat bagus, dan berhasil merealisasikan tujuannya untuk dapat berkontribusi kepada pecapaian penjualan industri otomotif, yang pada bulan Maret mencapai hasil yang luar biasa,” kata Nangoi.

Ia menambahkan bahwa keputusan GAIKINDO dan para anggotanya untuk memberikan stimulus untuk mendongkrak angka penjualan lewat penyelenggaraan pameran adalah tepat, dan terbukti sangat efektif.

Kementerian Perindustrian RI memberikan respon yang sangat positif atas hasil pencatatan penjualan kendaraan dibulan Maret 2022.

Kementerian Perindustrian berharap agar GAIKINDO dan industri otomotif indonesia dapat terus menjaga dan mempertahankan pencapaian yang sangat baik tersebut, dengan memberikan dorongan seperti penyelenggaraan pameran JAW.

“Dukungan dan arahan Kementerian Perindustrian agar JAW dapat kembali berkontribusi terhadap pencapaian industri otomotif Indonesia, semakin meningkatkan semangat GAIKINDO untuk menyelenggarakan JAW ditahun-tahun mendatang,” kata Nangoi.[acl]

Sumber Data: GAIKINDO

Tulisan Terkait

Bagikan Tulisan

Berita Terbaru

Newsletter

Subscribe to stay updated.