BeritaHeadline

Rektor USK: Persaingan Mendapatkan Pekerjaan Semakin Sulit

Share
Share

Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Marwan mengingatkan persaingan mendapatkan pekerjaan sekarang semakin sulit. Ditambah lagi dampak pandemi Covid-19 yang masif terhadap berbagai sektor pembangunan, terutama sektor perekonomian.

Banyak sekali industri berskala internasional serta bisnis-bisnis besar mengalami kebangkrutan, atau minimal mengalami kerugian, yang memaksa mereka untuk mengurangi karyawan sampai 50 persen.

“Kenyataan ini memberikan tantangan ekstra untuk para lulusan yang diwisuda hari ini dalam memperoleh peluang lapangan pekerjaan,” kata Prof Marwan pada Sidang Terbuka wisudawan, Rabu (11/05/2022).

Wisuda USK kali ini meluluskan sebanyak 1.457 wisudawan dari program Pascarjana, Spesialis, Pendidikan Profesi, Sarjana dan Diploma di Gedung AAC Dayan Dawood.

Pada wisuda ke-153 kali ini, USK melaksanakanya dalam dua hari. Sebanyak 757 wisudawan dilepas hari ini, lalu 700 lainnya akan diwisuda hari ini, (Kamis 12 Mei 2022). Dari 1.457 lulusan baru USK tersebut, 85 orang di antaranya berhasil lulus dengan predikat pujian atau cumlaude.

Dengan jumlah wisuda kemarin dan hari ini, maka alumni USK saat ini mencapai 143.455 orang.

Kendati persaingan semakin ketat dalam mendapatkan pekerjaan. Rektor menyakini lulusan USK dapat bersaing dan siap menghadapi tantangan dunia kerja tersebut. Mengingat mereka telah USK bekali dengan kompetensi yang cukup. Baik dari segi akedemik maupun soft skill lainnya.

Di mana selama kuliah, ungkap Rektor, Mereka telah dilatih untuk menjawab berbagai persoalan. Mereka bahkan diterjunkan langsung ke tengah masyarakat untuk melihat permasalahan masyarakat dari dekat, dan mencoba menyelesaikannya dengan bekal kompetensi yang telah mereka dapatkan sebelumnya.

“Keterampilan memecahkan persoalan dan membaca peluang pasar ini, merupakan modal yang cukup bagi mereka, tentunya dengan menerapkan cara berfikir kreatif dan inovatif,” ucap Rektor.

Selain itu, sabagian dari mereka juga sudah cukup terlatih di bidang wirausaha melalui berbagai kegiatan dan kompetisi yang mereka ikuti selama masa perkuliahan. Termasuk di antaranya kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Maka, inilah saat bagi mereka untuk mengambil kesempatan, mengingat peluang untuk membangun berbagai jenis usaha kreatif semakin terbuka lebar seiring datangnya pandemi Covid-19 ini,” ujar Rektor.[acl]

Share
Related Articles
BeritaHeadline

PSEL Makassar Dikebut, WALHI: Bukan Solusi Sampah

Pemerintah ingin sampah cepat hilang dengan cara dibakar. Di Makassar, proyek Pengolahan...

BeritaHeadline

WALHI Bongkar Sisi Gelap Geothermal di Balik Label Energi Bersih

Geothermal kerap dipromosikan sebagai energi bersih untuk menggantikan energi fosil. Namun, di...

BeritaHeadline

Tekanan Terhadap Pers Makin Berat, AJI: Jurnalis Jangan Menyerah

Kebebasan pers di Indonesia kembali menghadapi tekanan. Bukan hanya dari ancaman kekerasan...

BeritaData BicaraHeadlineHutan Aceh

Maklumat PETI 17 Agustus Jangan Jadi “Macan Kertas”

Maklumat bersama Forkopimda Aceh tentang penghentian Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kini...