Home Berita Baru 3 Tahun, Plafon Ruang Rawat Inap di RSCND Sudah Ambruk
BeritaHeadline

Baru 3 Tahun, Plafon Ruang Rawat Inap di RSCND Sudah Ambruk

Share
Plafon Ruang Rawat Inap PIV di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Rubuh karena hujan deras pada Jumat 17 Oktober 2025./ Foto: Antara.
Share

“Plafon  rubuh di ruang rawat inap VIP RSUD Cut Nyak Dhien merupakan bangunan baru yang usianya baru 3 tahun. Berdasarkan Data LPSE Aceh Barat, Rungan tersebut dibangun pada tahun 2021 dan selesai pengerjaannya pada tahun 2022 yang anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021 Kabupaten Aceh Barat dengan pagu anggran Rp 11.529.600.000”.

Hujan deras yang mengguyur Aceh Barat pada Jumat’ malam (17 Oktober 2024) lalu, telah menyebabkan plafon salah satu ruang rawat inap RSUD Cut Nyak Dien Meulaboh Kabupaten Aceh Barat ambruk.  Insiden itu menyebabkan kepanikan pasien yang sedang dirawat. Plafon jatuh bersamaan dengan tumpahan air hingga membasahi seluruh ruang pasien sehingga pasien dan keluarganya pindah keruangan yang tidak bocor.

Kerusakan itu tidak hanya terjadi pada ruangan VIP saja di rumah sakit tersebut, tetapi juga terjadi di empat ruang rawat lainnya yang berada dilantai dua sehingga dampak dari bocor dan rusaknya plafon telah menggenangi lantai Rumah Sakit plat merah milik pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, dr.Ilum Aman membenarkan peristiwa tersebut, bahkan ia mengatakan dampak dari guyuran hujan dengan intensitas tinggi tersebut telah menyebabkan ruang pasien paru terendam air hujan, karena saluran air yang berada di sekitar ruangan tersebut tersumbat akibat adanya proyek pembangunan gedung baru.

“ Meski pelayanan di ruang paru terendam genangan air, kami memastikan pasien yang terdampak jtelah diungsikan ke ruang rawat yang lebih aman, begitujuga dengan pasien di ruang rawat VIP yang plafonnya ambruk”jelas DR.Ilum Anam.Sp.PD.KGEH

Ilum Anam mengatakan peristiwa tersebut terjadi karena derasnya guyuran hujan, sehingga mengakibatkan penumpukan air hujan di bagian atap sehingga menyebabkan terjadi kerusakan plafon di ruang rawat pasien.

Data LPSE tentang proyek pembangunan Ruang Rawat Ianp RSUD Cut Nyak Dhien yang plafonnya rubuh. Foto:Dok Digdata.id

Saat ini pihak managemen rumah sakit telah memperbaiki kerusakan tersebut dengan menggunakkan anggaran dari Badan Layanan Umum Daerha (BLUD) milik rumah sakit, demi menjaga kelangsungan layanan terhadap pasien jelas Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.

Selain itu, Ilum Anan juga mengatakan bahwasannya sejak awal pengunaannya pada tahun 2022 ruang rawat inap di RS yang dipimpinnya itu sudah menunjukan sejumlah masalah dan saat itu statusnya masih pinjam pakai selama satu setengah tahun, karena rumah sakit sangat membutuhkan ruang tambahan.

“Sejak saya menjabat sebagai direktur, ruangan ini memang sudah sering bermasalah. Tapi karena kebutuhan mendesak dalam pelayanan, kami terpaksa memanfaatkannya,”jalas dr.Ilum.

Pada tahun 2023, bangunan tersebut resmi diserahterimakan kepada RSUD Cut Nyak Dhien. Meski demikian, pihak rumah sakit mengaku sempat berada dalam posisi sulit karena harus memilih antara menunggu perbaikan dari pihak luar atau langsung mengambil tindakan demi keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.

Kami dihadapkan pada dilema, tapi karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan pasien,kami memilih untuk bertindak cepat”.tutup Ilum Anan.

Pasca ambruknya plafon di ruang rawat inap tersebut, Bupati Tarmizi langsung meninjau lokasi kejadian dan melakukan pengecekan ke ruang rawat inap lantai dua RSUD Cut Nyak Dhien yang plafonnya rubuh. Ia menduga ada kebocoran dan kerusakan yang terjadi akibat kesalahan teknis dalam proses pengerjaan oleh rekanan.

“Dari hasil kajian sementara, ini ada permasalahan saat dilakukan pekerjaan, namun kita belum tahu apakah ini akan diproses lebih lanjut atau tidak,”jelas Bupati Tarmizi.

Selain itu dari hasil sidaknya, Bupati juga menemukan bahwa saluran pembuangan air di area bangunan tersebut terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung volume air hujan yang curahnya tinggi. Tarmizi juga telah meminta petugas teknis untuk membobok ulang saluran air agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.

Data Perusahaan Rekanan yang mengerjakan Proyek Ruang Rawat Inap RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh 2021. Foto;Dok Digdata.id

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek pembangunan fasilitas publik, terutama infrastruktur kesehatan guna memastikan keamanan dan keamanan masyarakat.

Plafon  rubuh di ruang rawat inap VIP RSUD Cut Nyak Dhien merupakan bangunan baru yang usianya baru 3 tahun. Berdasarkan Data LPSE Aceh Barat, Rungan tersebut dibangun pada tahun 2021 dan selesai pengerjaannya pada tahun 2022 yang anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021 Kabupaten Aceh Barat dengan pagu anggran 11.529.600.000.

Paket pekerjaan Rehabilitasi Pembangunan Ruang Rawat Inap RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh tersebut dikerjakan oleh rekanan dari PT. Jasa Tripa Bersaudara selaku pemenang tender dari proyek tersebut.

Share
Related Articles
Dua Gempa Dahsyat Magnitudo 7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 164 Orang Tewas
Berita

Dua Gempa Dahsyat Magnitudo 7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 164 Orang Tewas

CARACAS – Dua gempa dahsyat beruntun mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) sore...

BeritaHeadline

Tolak Aktivitas Pertambangan, Masyarakat Beutong Duduki Kantor Bupati Nagan Raya

Ratusan Masyarakat Beutong Ateuh Banggala bersama aliansi mahasiswa dari Banda Aceh, Aceh...

BeritaHeadline

Masyarakat Beutong Datang, Bupati TRK Tingalkan Nagan Raya

Aksi demontrasi ratusan masyarakat Beutong dan Mahasiswa di Kantor Bupati Nagan Raya...

BeritaHeadline

Jemaah Haji Asal Aceh Meninggal di Tanah Suci Mekkah Jadi 14 Orang

Memasuki jadwal kepulangan jemaah haji asal Aceh ke tanah air sejak 15 ...