Memasuki jadwal kepulangan jemaah haji asal Aceh ke tanah air sejak 15 Juni 2026, semua jamaah yang berada di Mekkah telah bertolak ke Madinah guna menunggu jadwal keberangkatan sesuai kloter. saat ini sudah enam kloter yang tiba di Aceh.
Jelang kepulangan tersebut, satu lagi jamaah haji Aceh asal Kabupaten Pidie Jaya, Muhammad Natsir Bin M.Isa jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter BTJ- 13) meninggal dunia di tanah suci mekkah.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan penambahan jumlah tersebut setelah seorang jemaah asal Pidie jaya dari Kloter 13 meninggal dunia.
“Jamaah haji Aceh yang meninggal dunia di Makkah kembali bertambah menjadi 14 orang, jamaah tersebut sempat menjalani perawatan di RS” kata Arijal, Sabtu, 20 Juni 2026.
Menurut Arijal, Muhammad Natsir Bin M.Isa dan Mustafa Ismail meninggal akibat acute respiratory failure atau gagal napas akut. Sebelumnya, dua jemaah Aceh lainnya juga dilaporkan wafat pada 17 Juni 2026.
Jemaah Kota Banda Aceh, Mustafa Ismail wafat ditanah suci Mekkah pada 19 Juni 2026. Sehingga jumlah jemaah haji asal Aceh yang meninggal dunia tercatat sebanyak 13 jemaah
Kota Banda Aceh, Mustafa Ismail wafat ditanah suci Mekkah pada 19 Juni 2026. Sehingga jumlah jemaah haji asal Aceh yang meninggal dunia tercatat sebanyak 13 jemaah
Kedua jemaah tersebut masing-masing Dedeng Trisulo asal Batuphat Barat, Kota Lhokseumawe, yang meninggal akibat acute myocardial infarction atau serangan jantung akut, serta Busra Bustamam Jamil asal Tapak Tuan, Kabupaten Aceh Selatan, yang wafat akibat septic shock, acute respiratory failure, dan gastrointestinal hemorrhage.
Selain itu, Razali Mahmud Ben asal Kota Langsa meninggal dunia pada 15 Juni 2026 dengan sejumlah komplikasi penyakit, antara lain acute coronary syndrome, chronic ischemic heart disease, congestive heart failure, diabetes melitus tipe II, serta abses kelenjar ludah.
Sementara itu, Muhammad Yusuf asal Samalanga, Kabupaten Bireuen, wafat pada 14 Juni 2026 akibat hypovolaemic shock. Nurdin Ali asal Geumpang Tiga, Kabupaten Pidie, meninggal pada 5 Juni 2026 karena cardiogenic shock yang disertai pneumonia.
Mahdi Muhammad Sufi asal Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, wafat pada 3 Juni 2026 akibat penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease.
Pada 31 Mei 2026, dua jemaah Aceh juga dilaporkan meninggal dunia. Mereka adalah Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh asal Cot Sukon, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, yang wafat akibat cardiogenic shock dan pneumonia, serta Sulasry Abdul Gani asal Peusangan Timur, Kabupaten Bireuen, yang meninggal karena cardiogenic shock.
Selanjutnya, Aminah Ahmad asal Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, meninggal pada 30 Mei 2026 akibat acute decompensated congestive heart failure. Siti Salmijah asal Meunasah Kayee Raya, Kabupaten Pidie Jaya, wafat pada 28 Mei 2026 karena congestive heart failure.
Dua jemaah lainnya yang meninggal pada 26 Mei 2026 yakni Maimunah Yusuf Ali asal Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, akibat acute decompensated congestive heart failure, serta Nurwaida Muhammad Yusuf asal Samalanga, Kabupaten Bireuen, yang wafat karena cardiogenic shock.
Berdasarkan data PPIH Embarkasi Aceh, penyebab kematian jemaah haji Aceh tahun ini didominasi gangguan jantung, gagal jantung, syok kardiogenik, gangguan pernapasan, serta komplikasi berbagai penyakit kronis yang diderita jemaah.
Hingga saat ini, proses pelayanan dan pendampingan terhadap jemaah haji Aceh di Tanah Suci terus dilakukan oleh petugas haji untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau selama menjalankan rangkaian






