Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Arijal, mengatakan penambahan terbaru berasal dari seorang jemaah asal Kabupaten Bireuen yang meninggal dunia di Madinah.
“Jemaah terbaru yang dilaporkan wafat kembali bertambah, total ada sembilan jemaah,” kata Arijal, Senin, 15 Juni 2026.
Jemaah terakhir yang dilaporkan meninggal adalah Muhammad Yusuf, warga Dusun Blang Seupeng Matang, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Ia wafat pada 14 Juni 2026 di Madinah akibat hypovolaemic shock dan dimakamkan di Pemakaman Baqi.
Berdasarkan data PPIH, mayoritas jemaah yang meninggal dunia mengalami gangguan jantung. Sejumlah penyebab kematian yang tercatat antara lain cardiogenic shock, gagal jantung kongestif (congestive heart failure), hingga komplikasi penyakit jantung yang disertai gangguan pernapasan.
Sebelumnya, Nurdin Ali, warga Kecamatan Gleumpang Tiga, Kabupaten Pidie, meninggal dunia pada 5 Juni 2026 di Makkah akibat cardiogenic shock dan pneumonia. Almarhum dimakamkan di Saraya Syuhada Al Haram.
Pada 3 Juni 2026, Mahdi Muhammad Sufi, warga Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, meninggal dunia di King Abdul Aziz Hospital, Makkah, akibat penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease). Ia dimakamkan di Sharaya.
Sementara itu, Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh, warga Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, meninggal dunia pada 31 Mei 2026 di King Abdul Aziz Hospital, Makkah, akibat cardiogenic shock dan pneumonia. Pada hari yang sama, Sulasry Abdul Gani, warga Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, juga meninggal dunia akibat syok kardiogenik dan dimakamkan di Saraya Syuhada Al Haram.
Dua hari sebelumnya, tepatnya 30 Mei 2026, Aminah Ahmad (76), jemaah asal Kabupaten Pidie Jaya, meninggal dunia di Sheefa Hospital akibat sesak napas yang disertai gejala serangan jantung. Almarhumah dimakamkan di Syaraya.
Kemudian, Siti Salmijah (83), warga Kabupaten Pidie Jaya, meninggal dunia pada 28 Mei 2026 di RS Mina Al Wadi akibat gagal jantung kongestif. Ia juga dimakamkan di Syaraya.
Pada 26 Mei 2026, dua jemaah Aceh lainnya lebih dahulu wafat di Arafah. Mereka adalah Maimunah Yusuf Ali (72), warga Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, yang meninggal akibat acute decompensated congestive heart failure, serta Nurwaida Muhammad Yusuf (76), warga Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, yang meninggal akibat cardiogenic shock. Keduanya dimakamkan di Pemakaman Saraya Syuhada Al Haram.










