Berita

Gempa Palu Magnitudo 6,7: Satu Warga Tewas, Ratusan Terdampak, dan Jalan Trans Terbelah

Share
Gempa Palu Magnitudo 6,7: Satu Warga Tewas, Ratusan Terdampak, dan Jalan Trans Terbelah
Ilustrasi
Share

PALU – Dampak gempa Palu Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah terus bertambah hingga Selasa malam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga meninggal dunia dan ratusan lainnya terdampak guncangan hebat tersebut.

Melansir laporan Beritasatu.com pada Selasa (16/6/2026) pukul 21.56 WIB, tercatat sebanyak 110 kepala keluarga atau 312 jiwa terdampak gempa.

Korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Kabupaten Sigi, yang merupakan wilayah dengan dampak paling signifikan.

Peristiwa ini bermula pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA saat gempa tektonik berkekuatan M 6,7 mengguncang wilayah tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pusat gempa berada di darat, sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan yang dirasakan kuat selama beberapa detik memicu kepanikan luar biasa di Kota Palu, Sigi, hingga Parigi Moutong.

Baca juga: Gempa M 7,7 Guncang Laut Sulawesi, BMKG Terbitkan Peringatan Dini Tsunami di 5 Provinsi

Selain satu korban tewas, BNPB mencatat 13 warga mengalami luka berat dan 25 warga luka ringan yang kini menjalani perawatan medis.

Dampak gempa Palu juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang masif di berbagai titik. Di Kecamatan Palolo, ruas Jalan Trans Palu-Palopo terbelah akibat guncangan, sementara Jembatan III di Kota Palu dilaporkan mengalami keretakan.

Selain infrastruktur jalan, sebanyak 67 unit rumah warga dilaporkan terdampak, dengan rincian 12 rumah rusak berat, 6 rusak sedang, dan 26 rusak ringan.

Fasilitas publik seperti gedung perkantoran, tempat ibadah, hingga auditorium Universitas Tadulako juga mengalami kerusakan. Gempa ini pun memicu longsor di kawasan Gunung Nokilalaki dan Gunung Kamarora yang memutus saluran air serta akses transportasi. Di Desa Lembantongoa, akses jalan tertutup total di empat titik, membuat warga setempat mendesak bantuan tenda dan air bersih.

Menanggapi situasi ini, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid telah menginstruksikan percepatan penanganan darurat.

“Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menginstruksikan seluruh jajaran untuk mempercepat penanganan darurat dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” mengutip laporan Beritasatu.com.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Sigi tengah memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Sementara itu, BMKG mencatat setidaknya telah terjadi 21 kali gempa susulan dan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi guncangan lanjutan.

Share
Related Articles
**Ancaman Kerusakan Permanen Kriosfer Jika Suhu Lewati 1,5C**
Berita

Para Ilmuwan PBB Peringatkan Kerusakan Permanen Kriosfer Jika Suhu Bumi Lewati Batas 1,5°C

DIGDATA.ID – Laporan terbaru yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa kawasan...

BeritaHeadline

Besok Kapolri Tinjau Langsung Pabrik Sabu di Pidie.

Kapolri Jendral Polisi Suyudi Ario Seto, dijadwalkan akan berkunjung ke kabupaten Pidie...

BeritaHeadline

Empat WNA Diamankan Saat Penggerebekan Pabrik Sabu Di Beurenun Pidie

Sejumlah personil kepolisian hingga sore ini masih berjaga-jaga di depan rumah toko...

Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla
Berita

Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla

SAMARINDA – Kabut asap Samarinda akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa...