BeritaHeadline

Magnet Krumpyung di Museum Aceh

Share
Krumpyung, alat musik tradisional asal Kulon Progo, DI Yogyakarta, yang dipamerkan di Museum Aceh pada Pameran Alat Musik Tradisional Nusantara ke-13. Poto: Fitri/Digdata.id
Share

Alat musik Krumpyung menjadi magnet dalam pameran alat musik nusantara yang digelar di Mesium Aceh Rabu 22-25 juni 2022.

Alat musik khas kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini,  terbuat dari bambu, tak ubahnya seperti alat musik asal Provinsi Jawa Barat yang dimainkan secara di goyang dan juga dipukul.

Selain itu alat musik Krumpyung agak menyerupai gamelan namun ia memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh gamelan. Karena bahan dasarnya berbeda, bunyi yang dihasilkan juga berbeda walau nadanya sama.

Namun mesti demikian, alat musik khas masyarakat Kulon Progo ini, butuh jenis bambu tertentu untuk pembuatannya demi menghasilkan bunyi yang bagus. Biasanya, jenis bambu yang digunakan untuk pembuatan Krumpyung adalah bambu hitam, bambu wulung, atau bambu apus yang harus berusia 3 tahun dan penebangannya hanya dapat dilakukan pada bulan-bulan tertentu saja, yaitu Mei, Juni, dan Juli.

Selain itu, untuk mengolah bambu tersebut menjadi alat musik Krumpyung, butuh waktu dua tahun pengeringan guna memastikan apakan bambu itu memiliki kualitas yang bagus untuk dijadikan sebuah alat music, atau tidak. Apabila bambu masih kuat dan tidak mengalami pelapukan, maka bambu itu siap dijadikan alat musik Krumpyung.

Setelah itu, proses pembuatan Krumpyung membutuhkan waktu dua bulan. Panjang bilah bambu yang digunakan harus presisi agar menghasilkan nada yang tepat.

Fungsinya dan komposisi alat musik krumpyung tidak jauh berbeda dengan gamelan konvensional. Satu set alat musik krumpyung terdiri dari bonang barung, bonang penerus, gong pukul, kempul, gong sebul, gambang, saron, demung, kenong, angklung, suling, dan kendang.

Pengunjung menyaksikan pameran alat musik tradisional pada pameran Alat Musik Tradisional di Museum Aceh. Poto : Fitri/Digdata.id

Annisa, seorang pengunjung asal Banda Aceh, mengaku baru pertama kali melihat banyak alat musik tradisional yang dipamerkan. “Jujur banyak alat musik tradisional yang dipamerkan kali ini yang saya belum tahu, dan baru kali ini melihatnya,” ujar Annisa, Rabu (22/06/2022).

Diantara alat musik itu, yang paling unik adalah gong sebul. Hal ini dikarenakan gong itu dimainkan dengan cara ditiup. Selain itu, keunikan lain terdapat pada angklung yang memiliki tangga nada pentatonis. Dalam praktiknya, Krumpyung dimainkan oleh dua belas orang.

Pameran Alat Musik Tradisional Nusantara ke-13 di Museum Aceh. Poto :Fitri/Digdata.id

Krumpyung pertama kali diciptakan oleh Sumitra, warga Dusun Tegiri, Kokap, Kulonprogo pada 1973. Inspirasinya untuk membuat Krumpyung berawal dari rengekan seorang anak berusia 9 tahun yang meminta sang ayah untuk dibelikan sebuah gamelan. Karena keterbatasan bahan baku, Sumitra memutuskan untuk membuat alat musik menyerupai gamelan dari bambu. Setelah jadi, alat musik itu kemudian diberi nama “krumpyung”. Nama itu berasal dari bunyi yang dihasilkan oleh alat musik tersebut. (Yan)

Share
Related Articles
Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla
Berita

Kabut Asap Pekat, 27 Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Akibat Karhutla

SAMARINDA – Kabut asap Samarinda akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa...

Ekspor Benih Lobster Dilarang Permanen, Ini Alasannya
Berita

Pemerintah Resmi Larang Ekspor Benih Lobster Selamanya, Trenggono: Fokus Budidaya Dalam Negeri

JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi menghentikan ekspor benih bening lobster (BBL) atau...

Malaysia Bantu Pemadaman Karhutla, Tunggu Respons RI
Berita

Malaysia Tunggu Respons RI soal Bantuan Karhutla, Wakil PM Zahid Hamidi: Kami Tetap Berprasangka Baik

JAKARTA – Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyatakan negaranya masih...

11 Kota di Dunia Terancam Tenggelam, Termasuk Jakarta
Berita

11 Kota di Dunia Terancam Tenggelam, Jakarta Masuk Daftar dengan Penurunan Tanah hingga 17 Cm per Tahun

Jakarta – Sebanyak 11 kota di dunia terancam tenggelam akibat kenaikan permukaan...