Sejumlah anak muda terlihat sedang menyemprot dan menyikat dinding Masjid Baitil Makmur di Desa Sekumur Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang yang kotor akibat genangan banjir dan lumpur yang menenggelamkan bangunan yang masih berdiri kokoh itu pada 26 November 2025 Lalu.
Bangunan rumah ibadah tersebut memang sudah bersih dari lumpur dan tumpukan kayu pada 15 hari pasca banjir dan hanya tersisa bekas kotoran-kotoran tanah di relif, dinding dan sebagian lantai masjid bagian luar sehingga harus di bersihkan agar terlihat indah saat digunaan untuk beribadah apalagi menjelang Ramdhan yang hanya tinggal beberapa hari lagi.

Anak-anak muda tersebut datang dari berbagai kabupaten di Aceh yang dibawa oleh LSM Lokal Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (Haka). Kegiatan ini merupaan bentuk kepedulian mereka terhadap korban banjir bandang yang terjadi di Aceh, dalam proses pemulihan pasca bencana.
Salah satunya dalam pembersihan fasilitas publik agar bisa segera digunaan untuk kebutuhan masyarakat. Terutama menjelang bulan Ramadhan. Kegiatan tersebut dipusatkan di dua Desa di aceh Tamiang nyakni desa Sekumur Kecatan Sekerak dan Desa Babo kecamatan Bendahara.

Wirda, angota LPHK Mendale Aceh Tengah, yang ikut dalam kegiatan bersih-bersih masjid tersebut, mengatakan sangat berterimakasih bisa diajak dalam kegiatan amal tersebut, setidaknya ia bisa menyumbangkan tenaganya untuk bersih masjid di Desa Sekumur dan bisa melihat secara langsung kondisi masyarakat disana pasca banjir bandang yang meratakan rumah-rumah mereka.
“ Senang bisa ikut serta membantu warga di Tamiang untuk bersih-bersih masjid jelang ramdhan agar bisa digunaan untuk salat jamah dan shalat tarawih nantinya, meskipun daerah kami di Aceh Tengah juga terdampak banjir parah” ucap Wirda.
Selain ana-ana muda, kegiatan bakti sosial ini juga diikuti kaum ibu-ibu dari kelompok perempuan paralegal, Tengku inong dari sejumlah desa dampingan Yayasan Haka di Aceh.

Selain melaukan bersih-bersih fasilitas umum, yayasan Haka juga menyalurkan sejumlah Bantuan sembako dan Al-Quran dari perempuan paralegal Kabupaten Abdiya untuk warga terdamdak banjir di dua desa tersebut.
Proses pemulihan pasca bencana di Aceh berjalan sangat lambat, hingga dua bulan lebih, masih banyak rumah-rumah warga dan sejumlah fasilitas publik masih tertanam lumpur belum dibersihkan, bahkan akses jalan juga masih susah dilalui karena kerusaaan infrastruktur setelah bencana banjir.









