Pergerakan penumpang angkutan udara selama periode Idul Adha 1447 Hijriah di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama dalam dua tahun terakhir.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional SIM, Setiyo Pramono, mengatakan penurunan jumlah penumpang pada Iduladha tahun ini mencapai sekitar 46 persen dibandingkan tren historis sebelumnya.
“Secara historis setiap periode Iduladha memang terjadi penurunan jumlah penumpang. Namun tahun ini penurunannya cukup tajam, sekitar 46 persen,” kata Setiyo, Senin, 1 Juni 2026.
Berdasarkan data hingga 27 Mei 2026 yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, jumlah penumpang yang menggunakan layanan Bandara SIM tercatat sebanyak 5.001 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 2.694 penumpang datang dan 2.307 penumpang berangkat.
Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 14.138 penumpang, terdiri atas 7.117 penumpang datang dan 7.021 penumpang berangkat. Sementara pada 2025, jumlah penumpang tercatat sebanyak 12.396 orang, dengan rincian 5.968 penumpang datang dan 6.428 penumpang berangkat.
Setiyo memperkirakan puncak pergerakan penumpang telah terjadi pada periode sebelumnya dengan jumlah sekitar 1.800 penumpang per hari.
“Puncaknya saya rasa sudah terjadi kemarin, jumlah penumpang di kisaran 1.800-an. Uniknya di Aceh, pergerakan penumpang datang dan berangkat relatif berbanding lurus,” ujarnya.
Selain penumpang, volume kargo yang dilayani Bandara SIM juga mengalami penurunan. Hingga 27 Mei 2026, total pergerakan kargo tercatat sebanyak 45.226 kilogram, terdiri atas 34.051 kilogram kargo datang dan 11.175 kilogram kargo berangkat.
Sebagai perbandingan, pada periode Iduladha 2024 volume kargo mencapai 102.436 kilogram yang terdiri atas 79.877 kilogram kargo datang dan 22.559 kilogram kargo berangkat. Sedangkan pada 2025, total pergerakan kargo tercatat 125.942 kilogram, dengan rincian 84.902 kilogram kargo datang dan 41.040 kilogram kargo berangkat.
Meski terjadi penurunan jumlah penumpang dan kargo, operasional Bandara SIM selama masa angkutan Iduladha berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Menurut Setiyo, rute domestik Banda Aceh–Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta dan rute internasional Banda Aceh–Kuala Lumpur masih menjadi tujuan penerbangan yang paling diminati masyarakat.
“Rute masih sama, didominasi CGK (Jakarta) dan KUL (Kuala Lumpur),” kata Setiyo.*** (FITRI)









