Jelang Kepulangan Jemaah haji asal Aceh, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh mengoptimalkan layanan debarkasi untuk menyambut kepulangan jamaah haji Aceh yang dijadwalkan terbang dari Arab Saudi menuju Tanah Air pada 15-30 Juni 2026.
Seluruh layanan debarkasi dimaksimalkan untuk memastikan proses penyambutan dan pemulangan jamaah berjalan lancar, tertib dan nyaman,” kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, di Banda Aceh, Sabtu.
Kepala PPIH Embarkasi Aceh Arijal mengatakan, kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji Aceh dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Senin (15/6/2026) pukul 20.40 malam.
seluruh petugas telah bersiap menyambut kedatangan para jamaah yang akan tiba secara bertahap mulai 15 hingga 30 Juni 2026 melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar,
hingga saat ini pihaknya terus melaukan berbagai persiapan dan koordinasi agar seluruh proses debarkasi berjalan dengan baik, mulai dari penyambutan di Bandara, Layanan kesehatan, penanganan bagasi hingga pemulangan jamaah kedaerah asal.
“Kami terus melakukan berbagai persiapan dan koordinasi agar seluruh proses debarkasi berjalan dengan baik, mulai dari penyambutan di bandara, layanan kesehatan, penanganan bagasi, hingga pemulangan jamaah ke daerah asal,” ujarnya.
Menurutnya, kepulangan jamaah haji merupakan momen yang sangat dinantikan oleh keluarga dan masyarakat. Karena itu, PPIH Aceh berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jamaah.
Ia juga mengingatkan agar seluruh petugas, baik PPIH kloter maupun petugas daerah dari Kementerian Haji dan Umrah kabupaten/kota dapat menjalankan tugas dengan baik.
“Terkait pembagian air zamzam akan dilakukan di daerah masing-masing. Karena itu, kami mengimbau keluarga atau kerabat jamaah agar menjemput di daerah masing-masing,” katanya.
Selain memastikan kelancaran layanan debarkasi, PPIH Aceh juga mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga kemabruran haji setelah kembali ke tanah air. Karena, ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, melainkan spiritual yang harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
“Haji mabrur tidak berhenti di Tanah Suci. Kemabruran harus terus dirawat melalui peningkatan ibadah, akhlak yang baik, kepedulian sosial, serta semangat memberi manfaat bagi sesama,” ujarnya.
Maka dari itu, dirinya berharap para jamaah dapat menjadi teladan di tengah masyarakat dalam menjaga kerukunan, memperkuat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat gotong royong.
Arijal juga mengapresiasi antusiasme warga Aceh dalam menyambut kepulangan jamaah haji. Tradisi memuliakan tamu Allah SWT yang tumbuh di tengah masyarakat Aceh merupakan kearifan lokal yang patut terus dilestarikan.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh jamaah haji Aceh. Semoga seluruh rangkaian ibadah diterima Allah SWT dan para jamaah memperoleh haji yang mabrur serta membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat,” demikian Arijal.
Total jemaah haji asal Aceh saat keberangkatan berjumlah 5484 jemaah meninggal dunia 9 jemaah dan masih menjalani perawatan di Rumah sakit di Arab Saudi sebanyak 9 jamaah. Sehingga jumlah Jemaah haji yang pulang ke Aceh sebanyak 5475 jemaah. Untuk kloter 01 BTJ yang akan tiba di Asrama debarkasi Aceh berjumlah 393 jemaah.









