Angin kencang disertai hujan melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam sepekan terakhir. Di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh, belasan unit bangunan seperti rumah dan kedai, rusak, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil, mengatakan bencana hidrometeorologi tersebut berdampak cukup luas dan terjadi dalam waktu relatif singkat.
“Angin kencang menyebabkan 17 bangunan rusak terdiri dari 13 unit rumah warga, satu unit pesantren, satu toko, dan dua unit kafe yang tersebar di enam kecamatan di Aceh Besar,” katanya, Minggu (20/07/2025).
Adapun bangunan yang rusak itu tersebar di enam kecamatan yakni Darul Imarah, Mesjid Raya, Lhoong, Peukan Bada, Sukamakmur, dan Lhoknga.
“Sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah yang terlepas akibat angin kencang. Selain itu, beberapa pohon tumbang juga menimpa bangunan dan mengganggu akses jalan,” kata Ridwan Jamil.
BPBD Aceh Besar memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut .
Kalaksa BPBD Aceh Besar juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, mengingat peringatan dini dari BMKG masih berlaku, khususnya bagi wilayah pesisir dan pegunungan. Berikut beberapa rumah rusak yang sempat direkan oleh tim redaksi Digdata.id. (Yan)














