Foto Trik: Bentuk (Shape) Sebagai Representasi Dimensi

Foto yang baik selalu memperlihatkan bentuk benda secara utuh, dalam bentuk 2 dimensi maupun 3 dimensi. Jika bentuk benda sudah terlihat jelas, maka audiens tidak perlu meraba-raba atau bertanya-tanya tentang apa benda yang kita foto. Karena bentuk mewakili identitas benda itu sendiri.

Ketika bicara soal benda, maka tak akan lepas dari bentuk benda itu sendiri. Tidak ada benda yang tidak memiliki bentuk. Sebabnya, bentuk merupakan roh dari sebuah benda, artinya, benda tidak bisa disebut suatu benda kala dia tidak memiliki bentuk. Tak masalah bentuknya asimetris atau simetris, atau bahkan abstrak sekalipun.

Dalam fotografi, salah satu formula paling sederhana yang dapat membuat sebuah foto menarik perhatian adalah dengan memberi prioritas pada sebuah elemen visual. Elemen itu disebut dengan bentuk atau shape. Bentuk memberi foto anda identitas yang jelas sehingga orang yang melihat tidak perlu menebak-nebak tentang bentuk benda yang anda foto.

Untuk membuat bentuk atau shape menonjol, anda harus mampu memisahkan bentuk benda tersebut dari lingkungan sekitarnya, atau dari latar belakang yang terlalu ramai. Membuat kontras kuat antara bentuk benda dan sekitarnya yang menciptakan bentuk benda (shape) tersebut. Kontras ini dapat terjadi sebagai akibat dari perbedaan gelap terang atau perbedaan warna.

Bentuk atau shape juga merupakan hasil dari penggabungan beberapa garis yang menghasilkan lingkaran, segitiga, segi empat, dan seterusnya. Tak berbeda dari garis dalam komposisi, bentuk juga memberi kesan dinamis, baik itu berupa lingkaran, segi empat, dan lain sebagainya. Garis dapat menggiring mata pengamat pada suatu bentuk, memberikan makna pada foto.

Dalam bahasa Inggris, penyebutan bentuk terbagi atas dua kata yang berbeda. Yaitu “shape”dan “form”. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, “shape”adalah bentuk, dan “form” juga diterjemahkan sebagai bentuk. Namun kedua bentuk, baik “shape” maupun “form” sesungguhnya dua hal yang berbeda. Perbedaan utamanya adalah dalam terjemahan visual yang berbentuk 2 dimensi dan 3 dimensi.

Bentuk (shape) merupakan representasi benda dalam bentuk 2 dimensi, sementara bentuk (form) adalah representasi dari benda dalam bentuk 3 dimensi. Yang harus dicatat adalah bahwa semua benda yang difoto akan berakhir dalam wujud 2 dimensi. Karena frame foto, hasil cetakan foto atau apapun hasil akhir dari karya foto adalah dalam wujud panjang x lebar yang bersifat 2 dimensi.

Jadi, yang membedakan “shape” dan “form” dalam karya foto 2 dimensi adalah, bentuk benda yang diciptakan dalam bentuk utuh hingga menciptakan kesan 3 dimensi. Jadi “form” adalah penciptaan karya foto berbentuk 2 dimensi yang menghasilkan efek visual 3 dimensi.

Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID

Perbedaan terang gelap dalam frame foto menciptakan bentuk manusia dengan papan selancar menjadi lebih jelas. Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID
Bentuk benda akan terlihat menonjol dan jelas ketika kita memanfaatkan area yang memilik kontras cahaya yang cukup tinggi. Misalnya permukaan danau yang terang dan kontras akan membuat subjek utama yang berbeda (nelayan dan manusia) menjadi seolah-olah terpisah dari lingkungan yang membentuk foto itu sendiri. Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID
Sekecil apapun benda yang ada dalam frame akan sangat mudah dikenal ketika bentuknya sudah tercipta oleh perbedaan gradasi terang gelap yang diciptakan oleh alam disekitar subjek utamanya . Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID
Foto silhouet adalah salah satu teknik yang paling mudah untuk menonjolkan bentuk sebuah benda dalam frame hasil karya foto kita. Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID
Bentuk benda yang bisa terlihat secara utuh menghasilkan kesan 3 dimensi dalam sebuah foto. Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID
Bentuk “form” akan lebih kelihatan menonjol ketika subjek kita pisahkan dari latar belakang dengan memanfaatkan perbedaan warna yang kontras. Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID
Penciptaan bentuk atau “form” dilakukan dengan menggunakan element komposisi yang lain, yaitu elemen garis maupun elemen warna, yang akan menciptakan dan memperlihatkan wujud benda secara utuh yang menimbulkan kesan 3 dimensi pada benda tersebut dalam sebuah foto. Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID
Pemanfaatan elemen komposisi lainnya dalam memotret akan menghasilkan pengaruh yang berbeda-beda bagi mata audiens. Yang penting dicatat bahwa semua hasil karya foto adalah berbentuk 2 dimensi. Namun foto yang baik adalah menghasilkan foto bentuk sebuah benda dalam bentuk 2 dimensi, tapi memiliki kesan 3 dimensi . Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID
Tidak jauh berbeda denga shape, form juga bisa diciptakan dengan memperhatikan terang-gelap sekitar subjek yang kita foto, agar memperlihatkan bentuk utuh dari pedagang ayam dan lingkungannya, seolah-olah kita bisa masuk ke dalam foto tersebut. Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID
Tidak jauh berbeda denga shape, form juga bisa diciptakan dengan memperhatikan terang-gelap dan warna alam di sekitar subjek yang kita foto, agar memperlihatkan bentuk utuh benda dan lingkungannya, seolah-olah kita bisa masuk ke dalam foto tersebut. Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID
Bentuk atau “form” merupakan visualisasi bentuk benda yang bisa terlihat secara utuh menghasilkan kesan 3 dimensi dalam sebuah foto. Foto: Hotli Simanjuntak/digdata.ID

Foto trik ini akan dibahas secara berseri berdasarkan elemen komposisi yang baku. Akan ditayangkan di digdata.ID setiap akhir pekan. Jadi jangan lupa tetap mengikuti ulasannya….

Tulisan Terkait

Bagikan Tulisan

Berita Terbaru

Newsletter

Subscribe to stay updated.