Home Berita Warga Panton Rayeuk T: Sampai Kapan Kami Harus Hidup dengan Bau Busuk?
BeritaHeadlineNews

Warga Panton Rayeuk T: Sampai Kapan Kami Harus Hidup dengan Bau Busuk?

Share
Seorang korban setelah mencium bau busuk di Gampong Panton Rayeuk T dirawat di rumah sakit. Foto IST
Share

Maulinda tertegun, tak tahu harus berbuat apa. Ia melihat Lena pucat dan batuk hingga mengeluarkan sepercik darah segar. Lena pun dilarikan ke Puskesmas pada Minggu malam (24/8/2025). Tapi Lena harus dirujuk ke Rumah Sakit Zubir Mahmud, Aceh Timur, karena kondisinya yang membutuhkan perawatan intensif..

Uli dan Lena beserta puluhan warga CV8 Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam memilih menginap di kantor camat setempat sejak Minggu siang, akibat tak tahan akan bau busuk yang terus dirasa warga gampong.

Selain tak tahan bau, upaya mengungsi ini juga dilakukan karena trauma, kalau-kalau mereka akan mengalami rasa mual, muntah, sesak dan batuk sehingga harus dilarikan ke rumah sakit, seperti tahun 2023 yang lalu.

Bau busuk yang dirasa warga diduga berasal dari proses pembersihan sebuah sumur gas di kluster Alue Siwah milik PT Medco E&P Malaka. Sekitar 80 Kepala Keluarga didominasi perempuan dan anak, berkumpul di Kantor Camat Banda Alam Kabupaten Aceh Timur.

“Setiap perusahaan melakukan kegiatan yang mereka sebutkan pembersihan sumur, maka warga pun akan merasa kebauan yang teramat sangat, bahkan menimbulkan rasa sakit bagi warga, seperti mual, muntah, batuk dan sesak,” jelas Maulinda melalui saluran telpon, kepada Digdata.id Senin (25/08/2025)

Bagi warga, sebut perempuan dengan panggilan Uli ini, mereka lebih baik menjauh dari desa untuk sementara, dari pada mencium aroma busuk yang kemudian mengganggu Kesehatan mereka.

“Sudah 24 jam warga bertahan di kantor camat, tapi belum mendapat solusi apa-apa, tidak juga camat, apalagi dari pihak perusahaan,” kata Uli.

Warga tak menuntut banyak, sebut Uli, hanya minta diberi solusi agar tak mencium bau busuk yang merugikan kesehatan warga saat kerja pencucian sumur dilakukan. “Maunya perusahaan menyediakan lokasi pengungsian dengan tempat yang layak dengan menyediakan makanan dan obat-obatan, tapi ini malah tidak ada yang peduli,”  keluh Uli.

Warga menyebutkan sudah mencium bau menyegat sejak awal Agustus 2025 lalu. Diduga bau menyengat ini akibat adanya keluaran gas Hidrogen Sulfida atau H2S yang diduga berasal dari aktivitas pencucian sumur AS9 milik PT Medco E&P Malaka.

Sebelumnya Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh mendesak Bupati Aceh Timur segera turun tangan merespons keresahan warga Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, yang sejak awal Agustus 2025 dihantui oleh aktivitas pembersihan sumur migas AS9 milik PT Medco E&P Malaka.

Bupati Aceh Timur harus segera bertindak agar tidak banyak korban warga yang berjatuhan karena dampak dari pembersihan sumur migas tersebut. Bupati harus memastikan keselamatan warga. Mengingat trauma masyarakat akibat insiden kebocoran gas H₂S pada 24 September 2023 yang membuat 34 orang dirawat di RSUD Zubir Mahmud. Pengawasan ketat terhadap aktivitas PT Medco E&P Malaka wajib dilakukan untuk menjamin perusahaan mematuhi seluruh aturan lingkungan dan standar keselamatan.

WALHI Aceh juga menuntut PT Medco E&P Malaka bertanggung jawab penuh atas dampak yang dialami warga. Perusahaan wajib bersikap transparan, menyampaikan informasi akurat terkait risiko dan dampak lingkungan, serta segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi masalah dan menjamin keselamatan masyarakat. (Yan)

Share
Related Articles
BeritaHeadline

Satu Pendaki Gunung Seulawah Agam Belum di Temukan, Tim SAR Masih Laukan Pencarian

Seorang pendaki asal Kabupaten Aceh Utara dilaporkan hilang di kawasan Gunung Seulawah,...

Berita

Jumlah Penumpang di Bandara SIM Mengalamai Penurunan di Idul Adha 1447 H

Pergerakan penumpang angkutan udara selama periode Idul Adha 1447 Hijriah di Bandara...

Berita

Warga Pintu Rime Gayoe Perbaiki Akses Jalan Nasioanal Takengon-Bireuen

Enam Bulan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh masih banyak fasilitas publik yang...

Jemaah Haji Aceh bertola dari Mekah ke Madinah pada 8 Juni 2026 Foto : Dok.PPIH Aceh
Berita

Arab Saudi Pastikan Haji 1447 H Bebas Wabah, Lebih dari 2,5 Juta Layanan Kesehatan Diberikan

DIGDATA.ID – Arab Saudi melaporkan keberhasilan penyelenggaraan layanan kesehatan selama musim Haji...